Pemilihan media tanam yang tepat menjadi faktor krusial dalam budi daya anthurium untuk mendapatkan pertumbuhan optimal dan kualitas daun maksimal. Media seperti kokopit sangat ideal karena mampu menahan air tinggi sekaligus tetap menyediakan aerasi cukup untuk akar. Kokopit berasal dari serabut sabut kelapa dan mendukung pertumbuhan akar yang sehat serta daun yang mengilap.
Sekam bakar, yang kaya karbon dan bersifat porous, sering digunakan sebagai media tanam karena mampu menahan kelembapan tanpa menyebabkan genangan air. Kombinasi sekam bakar dengan media lain seperti kokopit dapat menciptakan keseimbangan antara retensi air dan drainase. Itu penting untuk mencegah akar anthurium dari busuk akibat kelembapan berlebih.
Perlite, mineral vulkanik ringan dan porous, digunakan dalam media tanam karena kemampuannya meningkatkan aerasi dan drainase. Campuran perlite dengn media lain seperti kokopit atau sekam bakar dapat membantu akar tetap sehat, mengurangi risiko penyakit akar, serta mendukung pertumbuhan daun yang kuat dan tebal.
Pakis kering atau serbuk pakis banyak digunakan dalam praktik budi daya lokal sebagai media organik karena mampu menambah unsur hara dan membantu sirkulasi udara di sekitar akar. Peran pakis untuk meningkatkan kelembapan stabil dan mendukung pertumbuhan tanaman hias. Meski begitu belum ada bukti ilmiah peer-review yang secara spesifik menguji kombinasi pakis dengan perlite, kokopit, dan sekam bakar sebagai formula optimal untuk anthurium.
Secara praktis, budi daya anthurium yang sukses biasanya menggunakan kombinasi media seperti kokopit, sekam bakar, perlite, dan pakis untuk mencapai keseimbangan ideal antara kelembapan, drainase, aerasi, dan nutrisi organik. Perpaduan itu mendukung pertumbuhan akar, mempercepat adaptasi bibit, dan meningkatkan kualitas daun. Klaim efektivitas formulasi itu sebagian besar berasal dari praktik lapangan dan pengalaman petani. (Naya Maura Denisa)
