Wednesday, January 28, 2026

Plus Minus Budidaya Stroberi di Dalam Ruangan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Budidaya stroberi di dalam ruangan dengan teknologi hidroponik terbilang baru di Indonesia. Kabul Pamudji menanam stroberi dalam ruangan di pusat perbelanjaan sejak November 2021. Ia menanam buah stroberi di lantai 4 Darmo Trade Center (DTC), Surabaya, Jawa Timur.

Di dalam ruangan itu, ia menanam stroberi dengan populasi 3.500 tanaman. Sistem tanam yang digunakan yakni hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Selain itu, ia memerlukan Light Emitting Diode (LED) sebagai sumber cahaya lantaran budidaya tanaman di dalam ruangan.

Cahaya harian alias Day Light Integral (DLI) sebesar 450–750 nm, kadar karbondioksida 1.250 ppm. Kabul melengkapi “lahan” di dalam ruangan itu dengan pendingin agar sesuai syarat tumbuh stroberi yang biasa berkembang di dataran tinggi bersuhu dingin.

Kabul mengatur suhu dalam ruangan 24°C pada siang hari. Sementara itu, suhu pada malam hari 18°C. Menjelang tanaman berbuah, ia menaikkan suhu menjadi 24°C. Semua syarat itu diatur secara otomatis melalui sistem komputerisasi. Oleh karena itu, minim tenaga kerja untuk perawatan tanaman. Ia memanen perdana stroberi pada hari ke-36 setelah tanam.

Menurut Buyung Al Fanshuri, S.P., M.Sc., peneliti di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), faktor lingkungan biotik dan abiotik memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Faktor pembatas dari faktor biotik pada pertumbuhan tanaman berupa polinator seperti lebah dan semut. Pada faktor abiotik, faktor pembatas dari budidaya stroberi yakni suhu, kelembapan udara, curah hujan, dan kelembapan tanah.

Lingkungan terkontrol seperti yang dilakukan Kabul dapat memaksimalkan produksi bunga dan buah stroberi. Anomali cuaca yang tidak terkendali beberapa tahun terakhir menjadi kendala petani stroberi konvensional.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanaman menghasilkan bunga yang lebih sedikit dibanding musim kemarau. Kendala lainnya adalah angin yang merupakan mediator penyakit pada tanaman stroberi.

Keunggulan lainnya dari sistem hidroponik dalam ruangan tidak mengenal musim. Pada petani stroberi konvensional, waktu tanam terbaik pada akhir musim hujan atau April.

Pada waktu panen raya harga buah menjadi lebih murah jika dibandingkan dengan stroberi yang berbuah di luar musim. Sistem hidroponik dalam ruangan menghemat air, tenaga kerja, serta tidak terpengaruh iklim seperti curah hujan dan angin.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img