Monday, January 26, 2026

Potensi Konservasi Terumbu Karang sebagai Sumber Ekonomi Bahari

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Kawasan konservasi terumbu karang berpotensi sebagai sumber ekonomi bahari dan pesisir. Potensi terumbu karang Indonesia sangat besar dan tersebar pada area 2,5 juta hektare di perairan dangkal yang jernih.

Prof. Fredinan Yulianda, Guru Besar IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengatakan, kawasan terumbu karang umumnya di pulau-pulau kecil dan memberikan kontribusi 70 persen jenis karang dunia.

“Ekosistem terumbu karang di Indonesia memiliki potensi keanekaragaman hayati biota laut yang tinggi dan berasosiasi dengan sistem karang, moluska, dan biota laut lainnya,” kata Fredinan seperti dikutip dari laman IPB University.

Sayangnya, kondisi umum terumbu karang Indonesia saat ini mengalami penurunan kualitas berdasarkan persen tutupan. Pada 2020, kategori terumbu karang berdasarkan persen tutupan di 1.153 lokasi ekosistem terumbu karang secara umum atau sekitar 71,20 persen, kondisi terumbu karang Indonesia masuk kategori kurang baik berdasarkan persentase tutupan karang. 

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2021, sekitar 71,38 persen terumbu karang keadaannya kurang baik di 13 kawasan konservasi laut, hanya 28,62 persen terumbu karang dengan kondisi baik. 

Menurut Fredinan, upaya konservasi dapat dilakukan dengan konsep pencegahan kerusakan dan perbaikan sumber daya. Upaya tersebut merupakan bentuk kontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya karang dan kemampuan pulih sumber daya karang yang dimanfaatkan sesuai batas daya dukung.

Terkait ekowisata, ia menyebut ekowisata terumbu karang terdiri atas wisata selam dan wisata snorkeling. Kegiatan wisata snorkeling dilakukan di perairan dengan kedalaman 1–3 meter, sedangkan wisata selam di kedalaman 3–15 meter dengan tetap selaras dengan tujuan konservasi.

Tujuan konservasi yang dimaksud di antaranya menjaga proses ekologi, melindungi keanekaragaman hayati, menjaga kelestarian dan pemanfaatan sumber daya karang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Pengembangan wisata bahari dengan konsep ekowisata di kawasan konservasi laut sangat memungkinkan untuk mendatangkan pendapatan ekonomi yang signifikan,” tuturnya.

Indonesia melalui Kementerian Kelautan Perikanan telah menetapkan dan mencadangkan kawasan konservasi laut seluas 28.391.288,44 hektare yang merupakan 8,39 persen dari luas laut Indonesia.

Sebagian besar kawasan konservasi yang berpotensi untuk pengembangan wisata bahari berupa Taman Nasional Laut, Taman Wisata Perairan, Taman Wisata Alam Laut, dan Taman Wisata Perairan seluas 10.019.297 hektare.

Kawasan konservasi laut seluas 10 juta hektare itu diperkirakan memiliki hamparan terumbu karang seluas 1 juta hektare. Berdasarkan kondisi terumbu karang saat ini, dengan 28,8 persen dalam keadaan baik, sekitar 300.000 hektare hamparan terumbu karang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai wisata bahari berupa wisata selam dan wisata snorkeling. 

“Sehingga daya dukung wisata selam adalah 4.800.000 orang dalam empat trip per hari, sedangkan daya dukung wisata snorkeling adalah 7.200.000 orang dalam dua trip per hari,” jelasnya.

Pendapatan wisata bahari dalam satu tahun bisa mencapai Rp62,56 triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas Rp25,02 triliun dari wisata selam dan Rp37,54 triliun dari wisata snorkeling. Itu jika asumsi menggunakan hari efektif yaitu hari di akhir pekan (Sabtu dan Minggu).

“Kondisi terumbu karang yang baik saat ini hanya 28,8 persen, dan bila dilakukan konservasi dan rehabilitasi karang hingga kondisinya baik 100 persen maka kontribusi ekonomi terumbu karang akan meningkat menjadi 217, 23 triliun rupiah per tahun,” tutupnya. 

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img