Trubus.id — Saat hendak menanam purwaceng, calon pekebun harus mengetahui syarat agar tanaman purwaceng bisa tumbuh. Syarat tersebut antara lain wilayah adaptasi purwaceng di dataran tinggi 1.800–3.300 m di atas permukaan laut (m dpl), suhu harian 15–26°C, kelembapan 60–70%, curah hujan 4.000 mm/tahun, dan pH tanah 5,7–6,0.
Setelah semuanya dinilai terpenuhi, calon pekebun bisa melakukan persiapan penanaman, perawatan hingga panen. Berikut ini sepuluh langkah mudah budidaya purwaceng.
- Siapkan sumber benih dari tanaman berumur 2 bulan sejak pembungaan. Purwaceng berbunga sejak 6 bulan setelah tanam. Panen biji setelah masak atau berwarna cokelat kehitaman dan keringkan.
- Sambil menunggu biji kering, olah lahan persemaian dan berikan pupuk kandang. Petak persemaian berukuran 1 m × 1 m. Selanjutnya, tabur biji di petak itu dan tutup dengan pupuk kandang matang secara tipis. Tempat persemaian diberi naungan jaring 55%.
- Siapkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Masukkan media ke polibag berdiameter 7–8 cm.
- Setelah benih berkecambah dan muncul 3–4 daun, pindahkan ke polibag. Setiap polibag berisi satu bibit. Tempatkan polibag di bawah naungan dan cukup air agar tidak kekeringan serta harus bebas dari gulma.
- Olah tanah sedalam 25–30 cm. Setelah itu, buat bedengan berukuran lebar 1–1,5 m dan panjang 2–3 m untuk menghindari genangan air. Buat parit di antara bedengan selebar 30–40 cm dengan kedalaman 20–30 cm.
- Di atas lahan yang akan ditanami, siapkan jaring dengan tingkat naungan 45–55%. Berikan pupuk kandang 0,25–0,5 kg per lubang tanam. Pemupukan 3 hari sebelum tanam.
- Setelah bibit berumur 2–3 bulan di persemaian polibag, pindahkan ke lahan produksi. Jarak tanam 25 cm × 30 cm. Penanaman pada awal musim hujan. Saat tanam, berikan pupuk berupa SP36 200 kg per hektare dan KCl 300 kg per hektare.
- Pemupukan selanjutnya urea sebanyak 3 kali, yakni 1 bulan setelah tanam (BST), 3 BST, dan 5–6 BST. Setiap pemupukan masing-masing 1/3 dari dosis urea (400 kg/hektare).
- Penyiangan pertama dilakukan pada tanaman berumur 2–4 minggu setelah tanam. Untuk selanjutnya, dilakukan setiap bulan.
- Panen purwaceng dilakukan setelah tanaman memasuki masa berbunga dimulai dari umur 6–12 BST. Panen pada musim kemarau atau tidak banyak hujan. Panen dapat dilakukan dengan mengangkat seluruh bagian hingga akar. Akar diusahakan tidak putus dan perhatikan gulma agar tidak terbawa.
