Trubus.id — Siswa sekolah menyaksikan kemunculan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).Mereka menyaksikan harimau itu saat tengah melintas di jalan desa antara Desa Sibadoar dan Desa Sitabo-tabo, Sumatra Utara.
Padahal sebelumnya, kemunculan seekor harimau juga dilaporkan terpantau tengah melintas di kebun di Desa Batang Garut Kecamatan Saipar Dolok Hole. Masyarakat yang melihat harimau itu segera melaporkannya ke petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok pada Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan.
Melansir dari laman Ditjen KSDAE Kemen LHK, laporan tersebut direspons cepat oleh petugas dengan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan ke lokasi pada 2 Desember 2022. Dari hasil pengecekan di lokasi, memang ditemukan beberapa jejak harimau.
Petugas kemudian melakukan tindakan berupa pengusiran dan penghalauan dengan menggunakan jeduman di beberapa lokasi kebun masyarakat.
Selain itu, petugas melakukan sosialisasi kepada kepala desa dan masyarakat untuk tetap waspada dalam melaksanakan aktivitas di kebun. Warga juga diminta menghindari perbuatan dan tindakan yang dapat mengancam keselamatan harimau tersebut.
Usai mitigasi konflik di Desa Batang Garut, selanjutnya petugas menerima laporan dari petugas Babinsa/Bhabinkamtibmas Desa Sibadoar tentang penampakan satwa liar harimau sumatera yang disaksikan oleh siswa sekolah itu.
Laporan ini pun direspons dengan cepat oleh petugas dan melakukan pengumpulan data serta keterangan di lokasi melalui pelajar yang melihat langsung satwa tersebut dari petugas Babinsa/Bhabinkamtibmas dan warga.
Dari peninjauan langsung di lapangan, benar ditemukan beberapa jejak satwa liar yang diduga kuat adalah harimau. Petugas pun melakukan tindakan yang sama dengan membunyikan jenduman serta memberikan sosialisasi kepada warga.
Warga diiimbau untuk mendampingi atau ikut mengantar anak-anaknya yang akan berangkat ke sekolah sehingga memberi rasa aman dan tenang kepada si anak. Demikian juga dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari sebaiknya dilakukan secara berkelompok.
Penampakan harimau sumatera di Kecamatan Saipar Dolok Hole berada di areal yang berdampingan dengan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Tingginya intensitas kemunculan harimau sumatera diduga karena adanya kegiatan pembukaan lahan dan illegal loging, baik di sekitar lokasi maupun di hutan lindung Kecamatan Dolok dan Kecamatan Sipiongit Kabupaten Padang Lawas Utara yang menjadi pemicu keluarnya harimau ke Kecamatan Saipar Dolok Hole dan Kecamatan Aek Bila.
Untuk menghindari terulangnya konflik dengan warga, salah satu upaya krusial yang perlu dilakukan adalah penanganan permasalahan pembukaan lahan serta illegal loging tersebut.
