Wednesday, February 18, 2026

Strategi Efektif Mencegah Mastitis Kambing Perah

Rekomendasi
- Advertisement -

Mastitis merupakan penyakit inflamasi pada kelenjar susu kambing perah yang berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas susu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, dan Escherichia coli. Penyebab lainnya iakni faktor lingkungan yang kurang higienis. Deteksi dini mastitis melalui pemeriksaan fisik kelenjar susu, mengamati warna dan konsistensi susu, serta uji California Mastitis Test (CMT). Identifikasi dini memungkinkan penanganan yang tepat sebelum infeksi meluas ke seluruh kuadran ambing.

Kebersihan kandang menjadi faktor kunci dalam pencegahan mastitis. M.R. Jainudeen dan rekan dalam buku Reproduction in Farm Animals menyatakan bahwa kandang, alas kering, ventilasi yang baik, dan pengelolaan pakan yang higienis dapat menurunkan risiko kontaminasi bakteri penyebab mastitis. Pembersihan rutin alat pemerahan serta pencucian ambing sebelum dan sesudah pemerahan juga membantu mencegah masuknya patogen ke saluran susu.

Studi di peternakan kambing perah menunjukkan bahwa kambing yang diperiksa secara rutin menggunakan metode CMT dan dipelihara dengan praktik manajemen dan kebersihan kandang yang baik memiliki prevalensi mastitis subklinis yang lebih rendah. Hasil itu itu dibandingkan dengan peternakan dengan manajemen buruk. Penelitian yang dilakukan oleh Susanty & Ratni mengungkapkan bahwa peternakan kecil dengan teknik pemeliharaan tradisional dan kepadatan ternak tinggi memiliki risiko mastitis subklinis yang lebih tinggi. Terutama jika kebersihan dan manajemen kandang kurang memadai.

Selain itu, manajemen nutrisi mempengaruhi kekebalan ambing terhadap mastitis. Peter McDonald dan rekan dalam buku Animal Nutrition menjelaskan bahwa kambing dengan kecukupan protein, mineral, dan vitamin tertentu memiliki respons imun yang lebih baik terhadap infeksi sehingga begitu risiko mastitis menurun. Integrasi deteksi dini, kebersihan kandang, dan nutrisi optimal memungkinkan produksi susu tetap tinggi, kualitas terjaga, dan kesehatan kambing perah tetap optimal. (Naya Maura Denisa)

Artikel Terbaru

Bonus Demografi dan Urbanisasi Ubah Pola Konsumsi Pangan Nasional

Dinamika kependudukan Indonesia membawa dampak besar terhadap pola permintaan dan konsumsi pangan nasional. Perubahan struktur umur, laju urbanisasi, hingga...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img