Tuesday, January 27, 2026

Strategi Merawat Mawar di Perkotaan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Merawat mawar di kawasan perkotaan atau di dataran rendah butuh strategi. Strategi ini berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan tanaman, seperti media tanam, nutrisi, air, serta pemangkasan.

Christy Kanaya, pehobi mawar, mengatakan, media tanam berperan penting dalam pertumbuhan mawar di dataran rendah. Ibarat rumah, media tanam adalah fondasinya. Media tanam yang tepat membuat tanaman sehat sehingga hama dan penyakit menjauh.

Sebaliknya, media tanam yang kurang tepat memicu kedatangan organisme pengganggu tanaman. Christy meramu media tanam berbahan sekam bakar, sekam basah, humus daun bambu, perlite, dan tanah hitam.

Christy mencampurkan seluruh bahan tadi dengan perbandingan 1:1:1:1:1. Pembina komunitas Indonesia Rose Society itu menuangkan media tanam hingga penuh ke dalam lubang tanam sedalam minimal 50 cm. Diameter lubang tanam minimal 50 cm. Selanjutnya, ia menanam bibit mawar setinggi 20 cm.

Ia meletakkan ratusan mawar koleksinya di lokasi dengan sinar matahari penuh. Makin banyak mendapatkan sinar matahari, bunga yang mekar makin banyak dan besar. Trik lain untuk merangsang pembungaan mawar adalah dengan pemangkasan. Christy memangkas ranting, cabang, ataupun daun yang tampak layu.

Menurut Dini Qowiyah Ula, Nur Azizah, dan Agus Suryanto, pemangkasan dan pemberian pupuk berpengaruh terhadap pembungaan. Dini dan tim periset dari Universitas Brawijaya  meneliti dampak pemangkasan terhadap pembungaan mawar.

Menurut Dini, konsentrasi 1.500 ppm pupuk daun dan pemangkasan tunas tua mampu meningkatkan 34,47 persen panjang cabang. Perlakuan itu juga mempercepat munculnya tunas cabang 70 hari.

Selain itu, dapat meningkatkan 3,66 kuntum bunga dan percepatan dalam kurun waktu 14,16 hari dibanding tanpa pemangkasan dan pemupukan daun.

Christy menyiram tanaman dua kali sehari, yaitu pada pukul 07:00 dan 15:00. Adapun nutrisi tanaman berupa pupuk NPK seimbang. Christy memberikan 1 sendok makan NPK per pot berukuran diameter 40 cm.

Frekuensi pemupukan setiap 4 bulan sekali. Pemberian fungisida dan insektisida sistemik juga menjadi bagian penting. Christy memberikan fungisida berbahan aktif difenokonasol. Konsentrasi 2 ml per liter. Adapun insektisida berbahan aktif abamectin 2 ml per liter. Keduanya diberikan setiap sepekan sekali.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img