Tuesday, January 27, 2026

Taman Nasional Komodo Lakukan Transplantasi Terumbu Karang

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Balai Taman Nasional Komodo melakukan pemulihan ekosistem melalui transplantasi terumbu karang. Kegiatan itu dilaksanakan di lima lokasi dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Adapun kelima lokasi yang menjadi fokus pengamatan tim monitoring transplantasi terumbu karang, di antaranya Pulau Pempe, Loh Kubu, Pantai Merah, Pulau Mangiatan, dan Pulau Gili Lawa Darat.

Melansir dari laman Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kegiatan pemulihan ekosistem melalui transplantasi terumbu karang sejatinya telah dilakukan sejak 2020 di beberapa titik lokasi wilayah ekosistem perairan Taman Nasional Komodo.

Oleh karena itu, Balai Taman Nasional Komodo berupaya aktif melakukan monitoring perkembangan pertumbuhan bibit karang pada setiap lokasi transplantasi terumbu karang di dalam kawasan. Selanjutnya, melakukan pendataan terkait pertumbuhan bibit karang yang kedua (T1) sekaligus melakukan penyulaman bibit-bibit karang yang mati.

Tim monitoring transplantasi terumbu karang memulai kegiatan dengan mengambil data T1 pada kelima lokasi transplantasi. Berdasarkan hasil observasi, tim melihat perkembangan pertumbuhan bibit karang di Pulau Pempe dalam kondisi baik dengan persentase pertumbuhan mencapai 79 persen.

Kendati demikian, tim tetap menemukan beberapa media tanam yang rusak diduga akibat dari penurunan jangkar kapal sehingga mengakibatkan kerusakan. Berbeda dengan lokasi transplantasi di Loh Kubu, tim menemukan banyak bibit karang yang mati pada media tanam.

Menariknya, media tanam tersebut justru menjadi media tumbuh karang lunak yang baik. Tim melihat pertumbuhan karang lunak hampir menutupi seluruh media tanam di Loh Kubu. Fenomena menarik ini membuat tim monitoring karang tidak dapat mengumpulkan data T1 di situs pengamatan Loh Kubu.

Persentase tumbuh bibit karang di Pulau Mangiatan mencapai 74 persen. Sebanyak 98 media  tanam diturunkan pada wilayah perairan Pulau Mangiatan sebelumnya. Setidaknya, sebanyak 24 media tanam tertimbun oleh pasir dan sebanyak 22 bibit karang ditemukan mati.

Sementara itu, pada situs pengamatan di Pantai Merah, pertumbuhan bibit karang secara umum diamati dalam kondisi baik ditandai dengan bibit karang yang tumbuh menutupi media tanam dan mampu memanfaatkannya.

Hal yang menjadi catatan bagi tim monitoring adalah bibit karang di lokasi monitoring Pulau  Mangiatan dan Pantai Merah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sehingga tidak bisa dilakukan pengambilan data T1.

Kendala ini diduga disebabkan oleh terlambatnya pelaksanaan kegiatan monitoring transplantasi terumbu karang sehingga tidak melewati batas waktu pengambilan data T1 yang akurat.

Lokasi pengamatan yang kelima adalah perairan di sekitar Pulau Gili Lawa Darat. Sebelumnya, tim telah mengumpulkan data T0 di lokasi ini pada 22 Mei 2022 dan dilanjutkan pengumpulan data T1 pada 15 Oktober 2022.

Berdasarkan data pengamatan, rata-rata laju pertumbuhan bibit karang di lokasi ini mencapai 0,2 cm setiap bulannya. Kondisi bibit karang dan media tanam di lokasi transplantasi Gili Lawa Darat dalam kondisi baik secara keseluruhan dengan ditemukan beberapa bibit karang mati pada saat pengumpulan data T1 dilakukan.

Kegiatan monitoring transplantasi terumbu karang ini juga melakukan penyulaman bibit karang yang mati. Bibit yang mati langsung digantikan oleh bibit yang baru dengan jenis yang sama untuk menyesuaikan dengan kesesuaian tumbuh jenis pada lokasi transplantasi terumbu karang di Taman Nasional Komodo.

Kegiatan penyulaman bibit karang merupakan salah satu tahapan pemeliharaan yang sangat penting karena dapat menjadi salah satu acuan pengumpulan data T0 ataupun T1 ke depannya.

Dengan pemulihan ekosistem yang berkelanjutan, diharapkan ekosistem terumbu karang dan perairan di Taman Nasional Komodo tetap lestari ke depannya.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img