Tuesday, January 27, 2026

Tanggapan Ahli Terkait Upaya Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Salah satu isu global yang yang tengah menjadi fokus saat ini adalah upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Isu tersebut mendapatkan tanggapan serius dari empat ahli yang menjelaskan kunci mitigasi gas karbon dioksida dan strategi menuju nol emisi karbon 2060.

Melansir dari laman Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Dr. Ir. Mahawan Karuniasa, M.M., dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, menyatakan, implikasi pemanasan global yang merambah ke segala sektor semakin meresahkan.

Untuk itu, Mahawan menekankan pentingnya pengendalian emisi GRK untuk menjaga kestabilan iklim bumi. Keresahan ini turut diperparah dengan fakta, Indonesia berada pada urutan atas sebagai penghasil emisi GRK di dunia.

“Kita (Indonesia) di peringkat kelima per kapita maupun global,” kata Mahawan.

Lebih lanjut, Mahawan mengurai tiga sektor utama sumber emisi yang harus menjadi konsentrasi utama dalam upaya penurunan emisi karbon ini. Tiga sektor ini di antaranya energi, transportasi, dan industri.

Mahawan memetakan strategi nyata dalam cakupan tiga sektor itu sebagai mitigasi peningkatan gas karbon dioksida. Dalam bidang transportasi, salah satunya adalah dengan mempercepat pengadaan transportasi publik.

Menurutnya, tidak mesti menunggu ada masalah kemacetan lebih dahulu baru digiatkan. Ia menilai perluasan transportasi publik di kota-kota kecil juga harus mulai digalakkan.

Lebih lanjut terkait sektor energi, Prof. Mohammed Kheireddine Aroua, dosen Sunway University, menuturkan, diperlukan pula adanya pengembangan teknologi berkelanjutan guna menjamin berjalannya progress dalam upaya penyelamatan bumi ini.

Pengembangan teknologi penangkapan, pengubahan, dan pemanfaatan karbon dioksida yang terlepas ke atmosfer, menurut Mohammed menjadi pilar penting dalam upaya menekan angka emisi karbon dioksida itu sendiri.

Teknologi ini menurutnya turut menjawab tiga visi Suistanable Development Goals (SDGs) 2030, yakni konsentrasi perubahan iklim dan lingkungan, konsentrasi teknologi minyak dan gas sebagai upaya energi murah dan bersih, serta inovasi industri dan infrastruktur melalui aplikasi komersialisasi dan pemanfaatannya.

Di samping itu, Mohammed menekankan untuk mencapai dampak yang berkelanjutan diperlukan upaya dan kerja sama dari sektor lainnya. 

Selaras dengan hal tersebut, Debby Halinda, M.T., menyampaikan, sektor industri turut mengupayakan usaha nyata untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan global ini. Ia mencontohkan salah satunya adalah upaya Pertamina yang telah memanfaatkan implementasi dari Carbon Capture Storage (CCS) dan CCUS itu sendiri.

Meskipun demikian, di tengah pemuktahiran teknologi buatan, Doddy Firdaus, M.Sc., M.B.A., kembali mengingatkan pentingnya kembali kepada teknologi dari alam. Kepala Perusahaan Topsoe Indonesia itu menekankan untuk tetap berusaha mengingat energi yang terbaik tetaplah dipegang oleh energi alamiah dari bumi.

“Paling tidak kita upayakan dengan menanam pohon minimal satu bulan sekali,” ujarnya.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img