Teknologi Saekedelai Dorong Produktivitas Kedelai hingga 3 Ton per Hektare

Rekomendasi

Trubus.id — Peningkatan produksi kedelai nasional terus diupayakan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengembangan teknologi Saekedelai oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Pertanian (Kementan).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan Gerakan Tanam Kedelai bersama Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Alim Setiawan Slamet, di Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa, 3 November 2026.

Melalui penerapan teknologi dan pendampingan budi daya, pemerintah menargetkan produktivitas kedelai mencapai 3 ton per hektare. Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor.

Kementan memperkirakan impor kedelai pada 2026 mencapai 2,5–2,6 juta ton. Hingga awal November, realisasi impor tercatat sekitar 1,9 juta ton.

Pemerintah menargetkan pengembangan kedelai di lahan seluas 50.000 hektare dengan produktivitas 3 ton per hektare. Dengan demikian, potensi produksi mencapai 150.000 ton. Khusus Kabupaten Grobogan, pengembangan ditargetkan mencakup lahan seluas 5.025 hektare dengan potensi produksi sekitar 15.000 ton.

Wakil Menteri Pertanian, Alim Setiawan Slamet, mengatakan peningkatan produktivitas kedelai membutuhkan dukungan sarana produksi serta pemanfaatan hasil riset dan teknologi. Pemerintah menyiapkan bantuan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta sarana pascapanen untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.

Menurut Alim, kolaborasi riset dan teknologi dari UGM melalui Saekedelai berperan penting dalam mencapai target produktivitas di atas 3 ton per hektare secara konsisten.

Integrasikan teknologi budi daya hingga pemasaran

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Prof. Mirwan Ushada, menjelaskan Saekedelai dikembangkan melalui pendekatan pengelolaan agribisnis yang menghubungkan teknologi budi daya dengan kebutuhan pasar.

Teknologi tersebut mencakup penerapan pertanian cerdas dan pemantauan lahan secara waktu nyata (real-time), ketertelusuran proses budi daya (traceability farming), serta standar operasional prosedur (SOP) budi daya presisi.

Selain teknologi, Saekedelai juga didukung penyediaan sarana produksi unggul dan pendampingan intensif kepada petani. Model pengembangan ini turut menghubungkan petani dengan pembeli melalui skema kontrak pertanian (contract farming) untuk memberikan kepastian pasar.

Ketua Tim Saekedelai UGM, Dr. Atris Suyantohadi, menuturkan bahwa peningkatan produktivitas membutuhkan pengawalan teknologi secara konsisten di tingkat petani.

Pendampingan dilakukan secara terstruktur dengan rasio satu pendamping untuk maksimal 20 hektare lahan. Berdasarkan pengalaman penerapan Saekedelai di delapan kabupaten, produktivitas kedelai dilaporkan mencapai 2,6–3,2 ton per hektare.

Pengembangan Saekedelai juga mengintegrasikan rantai nilai kedelai, mulai dari penyediaan benih unggul dan teknologi penanaman hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Limbah tersebut dapat diolah menjadi pakan dan pupuk organik. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi kedelai sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

Rumah Kedelai Grobogan kembangkan ekonomi sirkular

Selain melakukan gerakan tanam, Wakil Menteri Pertanian bersama jajaran UGM juga mengunjungi Rumah Kedelai Grobogan (RKG) di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.

Rumah Kedelai Grobogan merupakan pusat pembelajaran, pengolahan, dan hilirisasi kedelai lokal yang digagas sejak 2012. Pengembangannya melibatkan Tim Peneliti Kedelai FTP UGM yang dipimpin Dr. Atris Suyantohadi bersama Pemerintah Kabupaten Grobogan.

RKG menerapkan pendekatan ekonomi sirkular dengan menghubungkan kegiatan budi daya, pengolahan hasil, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, termasuk pakan dan pupuk organik.

Pengembangan ekosistem kedelai dari penyediaan benih unggul hingga produk olahan diharapkan dapat memperluas nilai ekonomi komoditas tersebut. Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani serta mendukung swasembada kedelai nasional.

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-produksi-kedelai-nasional-ugm-dan-kementan-luncurkan-teknologi-saekedelai/



Artikel Terbaru

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Hadirkan Inovasi Pertanian dan Peternakan

Trubus.id — Inovasi teknologi pertanian dan peternakan menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui Nusantara Livestock &...

More Articles Like This