Trubus.id — Ada beberapa penyebab yang membuat produksi susu sapi perah mengalami penurunan. Apabila tidak segera diatasi, akan mengakibatkan kerugian bagi peternak sapi perah. Berikut ini tiga hal yang membuat produksi susu sapi merosot, sekaligus cara mengatasinya untuk meningkatkan produksi susu.
Cacingan
Sapi perah cacingan membuat produksi susunya merosot. Campuran ekstrak temulawak Curuma xanthorriza (nama Latin temulawak) dan temu hitam C. aeruginosa (nama Latin temu hitam) dapat mengusir cacing yang hidup di saluran pencernaan sapi.
Agar optimal, berikan ekstrak itu 2 kali sehari selama seminggu. Herbal itu juga dapat mendongkrak produksi susu dari 9,2 liter/hari menjadi 11,8 liter/hari.
Larva lalat
Larva lalat Chrysomya bezziana bisa membuat sapi kurus, bahkan melorotkan produksi susu sapi perah. Ribuan larva yang ngendon di kulit sapi itu merusak jaringan kulit. Serangan larva diatasi dengan memberikan ekstrak biji srikaya.
Segenggam biji ditumbuk, dicampur air, lalu direbus. Air rebusan disiramkan ke tubuh sapi sesudah dimandikan. Biji Annona squamosa (nama Latin srikaya) terbukti membunuh 95% larva chrysoma.
Mastitis
Gara-gara mastitis alias radang ambing, produki susu sapi bisa anjlok 40%. Sambiloto Andrographis paniculata (nama Latin sambiloto) bisa mengatasi mastitis. Kering anginkan 500 gram daun tua sambiloto, lalu rebus dalam 10 liter air hingga separuhnya.
Setelah disaring, air rebusan itu dipakai untuk merendam puting sapi selama 3 menit. Lakukan perendaman setiap kali selesai memerah sapi selama sepekan. Perendaman menurunkan jumlah Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, penyebab mastitis sebesar 68,029% dan 54,67%.
Sambiloto meningkatkan imun sekaligus memacu produksi interferon (protein spesifik sebagai respons masuknya bakteri).
Selain tiga hal tadi yang membuat produksi susu menurun dan cara mengatasinya, ada hal lain yang dapat meningkatkan produksi susu sapi. Berdasarkan riset Dr. Catherine Douglas dari The Newcastle University, Inggris, pada sapi di 516 peternak di Inggris, ternyata sapi yang diberi nama panggilan berpengaruh terhadap produksi susunya.
Produksi susu per tahun seekor sapi yang diberi nama panggilan lebih tinggi 258 liter ketimbang sapi tanpa nama. Menurut Catherine, panggilan pada sapi membuat interaksi peternak dengan sapi lebih intim. Sapi merasa aman, produksi susu pun melimpah.
