Wednesday, January 28, 2026

Memanfaatkan Limbah Ampas Kopi untuk Obat Kanker

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Sekelompok mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Surakarta, melakukan riset mengenai pengembangan material teragnostik untuk penyakit kanker berbasis Carbon Quantum Dots dari limbah ampas kopi.

Chusna Nur Yuliantika, Ketua Tim Riset, mengatakan, penelitian yang dilakukan dilatarbelakangi oleh meningkatnya limbah ampas kopi hasil produksi yang disebabkan oleh menjamurnya tren coffee shop.

“Sayangnya, limbah ampas kopi inilah yang masih belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, limbah ampas kopi mengandung karbon sejumlah ±56%,” jelasnya, seperti dikutip dari laman Universitas Sebelas Maret.

Penelitian dilakukan dengan sintesis Carbon Quantum Dots dari limbah kopi. Carbon Quantum Dots merupakan material diagnostik yang dapat memendarkan cahaya. Carbon Quantum Dots yang kemudian dikonjugasi dengan Mesoporous Silica Nanoparticles (MSN) serta Polimer Poly Allylamine Hydrochloride sebagai sistem buka tutup yang sensitif terhadap pH.

MSN sendiri merupakan material mesoporous dengan pori yang cocok sebagai material pembawa. Adapun hal ini bertujuan agar obat dapat ditargetkan untuk dapat lepas pada pH asam atau pH sel kanker, yakni pada pH 4.

Chusna Nur Yuliantika menambahkan, saat ini telah berhasil dilakukan sintesis Carbon Quantum Dots sekaligus Carbon Quantum Dots yang terkonjugasi dengan material Mesoporous Silica Nanoparticles dan Poly Allylamine Hydrochloride.

“Hasil yang diperoleh cukup baik karena ketiganya terkonjugasi dengan baik terlihat dari hasil karakterisasi yang dilakukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya, rilis obat menggunakan kurkumin dengan material hasil riset juga telah dilakukan pada pH normal dan pH kanker. Penelitian selanjutnya adalah pengujian secara in vitro untuk menguji efekasi kandidat obat terhadap sel kanker.

Hingga saat ini hasil menunjukkan bahwa material teragnostik yang dikembangkan memiliki potensi yang baik. Riset yang dilakukan diharapkan dapat membantu pengembangan diagnosis dan pengobatan kanker di Indonesia, serta meningkatkan angka kesembuhan terhadap kanker.

Tentunya, kata Chusna, ke depan masih diperlukan adanya pengembangan terhadap material yang dibuat agar lebih fleksibel penggunaannya bagi masing-masing jenis kanker.

Sebagai informasi, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok penelitian ini antara lain, Chusna Nur Yuliantika dari Program Studi Kimia, Diah Ayu Nurkhasanah dari Prodi Kimia, Galih Widiyanto dari Prodi Kimia, dan Niken Larasati dari Prodi Farmasi. Dengan melibatkan Dr. rer. nat. Fajar Rakhman Wibowo, S.Si., M.Si., dosen Prodi Kimia UNS, sebagai dosen pembimbing.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img