Trubus.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian mengajak masyarat untuk gemar menanam. Salah satu tujuannya untuk menjaga ketahanan pangan di Jakarta. Minimal ketahanan pangan di lingkungan keluarga. Itu diwujudkan dengan kegiatan Gerakan Menanam yang digelar, Rabu (28/09).
Suharini Eliawati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP), mengatakan, pemerintah selalu siap menjadi mitra masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan di Jakarta.
Dinas KPKP DKI Jakarta menyediakan berbagai fasilitas untuk masyarakat. Mulai dari bibit tanaman hingga benih beragam jenis ikan seperti ikan nila, lele, dan mujair. Suharini menyebut fasilitas balai benih ikan ada di lima wilayah yang bisa dimanfaatkan. Bagi masyarakat yang memerlukan benih dan bibit bisa mengajukannya melalui surat ke balai terdekat.
“Misalnya di lingkungan itu ada masjid dengan halaman luas dan ingin ditanami pohon, silakan saja untuk mengajukan permohonan bibit,” jelasnya.
Begitu pun dengan kebutuhan benih. Masyarakat yang mengajukan pengadaan benih ikan, akan segera ditindaklanjuti. Petugas akan melakukan survei seperti kualitas air. Jika cocok dan lolos seleksi, akan diberikan bantuan bibit.
Gerakan Menanam, imbuh Suharini, mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. Biasanya, setelah menanam, masyarakat bergotong-royong membersihkan lingkungan sehingga lingkungan menjadi bersih dan lebih sehat.
Menurutnya, selama pandemi, 95% masyarakat Jakarta, tingkat kesadarannya melakukan kegiatan urban farming meningkat. Jika kegiatan urban farming dilaksanakan secara bersama-sama, akan memiliki dampak positif yang luar biasa.
Lebih lanjut, Suharini mengajak masyarakat Jakarta memanfaatkan pekarangan atau lahan terbatas yang ada untuk ditanami aneka sayuran.
“Yuk, mulai hari ini kita menanam, memanfaatkan pekarangan dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Gerakan Menanam disambut antusias oleh masyarakat. Bahkan, dari lembaga pendidikan yang ada di Jakarta turut berpartisipasi dalam Gerakan Menanam. Hal ini juga sebagai wujud mengenalkan dunia pertanian kepada peserta didik.
“Kami menanam cabai sebanyak 50 polibag, ubi dan kangkung,” kata Desi Herawati, Pengajar di SMKN 63 Jakarta.
