Wednesday, January 28, 2026

Tiga Sansevieria Boncel dari Wonosobo

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Boncel bermakna kecil. Namun, bagi para penangkar sansevieria, boncel berperan besar. Penangkar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Santoso, juga memanfaatkan sanseviera jenis boncel untuk melahirkan hibrida baru.

Wajar saja, karena boncel bersosok indah dan menarik. Varietas itu pun bandel karena mudah tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Boncel termasuk sansevieria yang tahan banting.

Menurut Santoso boncel bersifat unik. Meski memiliki daun berbentuk bulat (round), anakan yang dihasilkan dominan berdaun datar (flat).

“Hampir 90% keturunan boncel berdaun datar,” kata Santoso, pemilik nurseri Tunas Mekar itu.

Oleh karena itu, banyak penangkar memanfaatkan boncel sebagai induk dalam persilangan. Selain pemilihan induk, Santoso memperhatikan media tanam demi menghasilkan sansevieria idaman.

Santoso bahkan hanya menggunakan media tanam bekas yang dicampur dengan sekam bekas kandang ayam. Ia lantas menyiram campuran itu dengan kulit nanas terfermentasi. Campuran media itu kemudian ditutup terpal.

Ia memamerkan sansevieria barunya bersama dengan koleksi lain di halaman terbuka. Varian baru itu layak menjadi pilihan bagi pehobi yang sibuk. Berikut ini beberapa sansevieria silangan baru dari Wonosobo.

Kaisar

Sansevieria Kaisar. (Dok. Trubus)

Kaisar hasil silangan Santoso pada 2019. Daunnya roset, pendek dan kompak. Keistimewaan kaisar pada marking tebal berwarna hijau gelap, tembus ke permukaan bawah daun. Namun, kemunculannya agak lama, yakni ketika tanaman besar. Saat masih kecil, tanda pola itu belum terlihat atau hanya sedikit.

Kayangan

Sansevieria hasil persilangan oleh Ferry Neverland. Varietas baru itu bersosok menarik karena berdaun lebar, pendek, dan tersusun rapat sehinga kompak (roset). Ujung daun sangat runcing. Warna dasar daun keperakan bermotif garis-garis tebal berwarna hijau gelap. Tepi daun agak bergerigi.

Pakuwojo

Jenis itu merupakan silangan sansevieria (Sansevieria ballyii × Sansevieria downsii) dan Cordova. Pemulia di Wonosobo, Mitahul Huda, menyilangkannya pada 2017.

Ciri khas pakuwojo berdaun bulat serta berujung lancip dan tajam sehingga mirip paku. Daun berwarna keperakan dengan crossbanding yang banyak, tersusun seperti kipas atau spiral.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img