Monday, January 26, 2026

Dosen IPB Kenalkan Aneka Olahan Buah Mangrove

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Dosen IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengenalkan aneka olahan buah mangrove, melalui pelatihan kepada warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Jawa Timur.

Melansir dari laman IPB University, Dr. Kustiariyah Tarman, salah satu anggota tim dosen IPB University yang memberi pelatihan, menyampaikan, ada banyak produk dari olahan buah mangrove. Mangrove dapat diolah menjadi cookies, sirup, dan sabun cair.

Selain itu, Kustiariyah juga mengenalkan produk olahan berbahan spirulina, yaitu seacera (snack bar) dan sargatea (minuman). 

Peserta pelatihan terdiri atas ibu-ibu PKK, anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Reng Paseser dan perangkat desa. Lima orang mahasiswa IPB University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) dan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) turut terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan disambut baik oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tanjung. Masih merupakan hal baru bagi masyarakat untuk mengolah mangrove. Pelatihan pengolahan yang pernah dilaksanakan di desa ini adalah olahan rumput laut. 

“Pelatihan olahan mangrove sangat diharapkan desa kami. Pasalnya, potensi mangrove yang ada, dimanfaatkan tidak hanya sebagai wisata tapi nilai ekonomi langsung berbentuk produk,” kata Peni Kumalasari, Kepala Desa Tanjung.

Selain aspek pengolahan, dosen IPB University juga memberikan pelatihan kelembagaan dan aksi penanaman mangrove. Dr. Fery Kurniawan, ketua tim kegiatan dosen IPB University yang memberi pelatihan, berharap pelatihan ini dapat membangkitkan kepedulian terhadap mangrove.

Menurutnya, ekosistem mangrove memiliki manfaat secara langsung untuk kehidupan terutama pendapatan. Menjaga ekosistem mangrove berarti menjaga jasa ekosistem. Artinya, menjaga keberlanjutan bahan pangan, pantai, dan lahan pesisir.

“Pelatihan pengolahan mangrove ini harapannya tidak hanya sampai di sini, namun berkembang menjadi produk lokal Desa Tanjung. Nanti kita bersama-sama Pokmaswas Reng Paseser, Pemerintah Desa Tanjung dan IPB University melanjutkan dari pelatihan pengolahan, seperti kebutuhan pengemasan dan pemasaran,” papar Fery.

Hal senada juga disampaikan Didik, bendahara Pokmaswas Reng Paseser. Ia menyatakan, output program kegiatan ini nantinya tidak hanya pelatihan, tetapi bisa dikembangkan hasil produknya agar bisa dikemas dan dijual. 

“Minimal bisa terjual di wilayah kecamatan bahkan kabupaten. Syukur-syukur hingga dikenal nasional dan menjadi oleh-oleh saat berkunjung ke Desa Tanjung,” harap Didik.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img