Tuesday, January 27, 2026

Indonesia-Belanda Jajaki Kerja Sama Pengembangan Start-up Dorong Hilirisasi Pertanian dan Manufaktur

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Hilirisasi salah satu kunci untuk membuat nilai tambah produk. Maka dari itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menjajaki kerja sama dengan lembaga inkubator asal Belanda, World Startup.

Hal itu untuk meningkatkan pengembangan ekosistem start-up di bidang pertanian, akuakultur, dan manufaktur. Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, kekayaan sumber daya alam Indonesia bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

“Dengan kekayaan alam yang melimpah, Pemerintah Indonesia secara konsisten mendorong program hilirisasi. Jadi hasil sumber daya alam tidak lagi dijual secara mentah,” kata MenKopUKM Teten Masduki pada saat kunjungan kerja ke World Startup di Den Haag, Belanda, Rabu (24/01/2024).

Lebih lanjut ia menjelaskan pemerintah Indonesia telah melakukan pembatasan ekspor hasil sumber daya alam Indonesia. “Kami harus terus meningkatkan produksi, apabila produksi kami hancur, pengangguran pasti meningkat, daya beli menurun dan pasar lesu. Padahal 73 persen lapangan kerja disediakan UKM,” kata Menteri Teten pada siaran pers.

Teten menuturkan untuk menciptakan ekonomi baru pada program hilirisasi perlu eksplorasi digitalisasi hulu hilir. Misalnya penggunaan IoT (Internet of Things) pada pengembangan komoditas unggulan domestik. Hal itu untuk memperkuat strategi hilirisasi.

“Ekonomi digital untuk UKM bukan hanya on board di e-commerce atau membuat pelatihan literasi digital. Mulai dari teknologi finansial, sampai platform pengadaan barang dan jasa Pemerintah juga harus mendorong digitalisasi UKM,” ujar MenKopUKM.

Ia juga menjelaskan pihaknya telah melaksanakan program inkubasi wirausaha dan bermitra dengan 20 lembaga inkubator bisnis di seluruh Indonesia. Sementara pada 2024 KemenKopUKM akan menjajaki kerja sama dengan World Startup untuk optimalisasi proses dan hasil dari program inkubasi usaha itu.

“Kami ingin belajar dari Belanda tentang cara mempromosikan UKM inovatif melalui peran Inkubator Bisnis dan Teknologi,” ujar MenKopUKM.

CEO World Startup Gerrit Jan Van ‘t Veen mengatakan, World Startup telah berhasil membangun ekosistem kewirausahaan secara berkelanjutan selama kurang lebih 10 tahun. 

Lebih lanjut ia mengaku siap berkolaborasi dan bertukar pikiran membantu mengembangkan kewirausahaan di Indonesia.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img