Sunday, January 25, 2026

Rajungan Komoditas  Ekspor: Nilai Ekspor 2023 US$448 Juta

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Rajungan salah satu komoditas ekspor. Pada 2023 nilai ekspor rajungan mencapai USD 448 juta. Famili Portunidae itu menjadi sumber pendapatan bagi 90.000 nelayan rajungan dan 180.000 pengupas yang mengolah rajungan.

Guna memperkuat pemasaran rajungan tangkapan nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Forum Komunikasi (Forkom) Nelayan Rajungan Nusantara dan Startup Fishlog.

Direktorat Jendral Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo menuturkan rajungan merupakan salah satu dari 5 komoditas prioritas KKP. “Tentu kami akan berkomitmen untuk menjaga komoditas ini sebagai produk perikanan sustainable yang diperoleh dengan cara-cara yang ramah lingkungan,” katanya.

Forum Komunikasi (Forkom) Rajungan Jepara merupakan kumpulan nelayan rajungan yang menangkap dan menjual rajungan ke pengepul. “Dari sisi hulu, Sustainable Fisheries Partnership (SFP) telah mendampingi para nelayan untuk menerapkan penangkapan rajungan secara berkelanjutan,” ujar Budi dilansir pada laman KKP.

Maka melalui nota kesepahaman antara Ditjen PDSPKP dengan Forkom serta Fishlog, Budi memastikan kehadiran KKP yang memfasilitasi penguatan kelembagaan dan akses pasar, menjembatani dalam mendapatkan harga yang lebih fair dan transparan.

Forkom merupakan wadah para nelayan rajungan yang berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip penangkapan yang berkelanjutan.

Berbagai upaya telah dilakukan Forkom, seperti menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan (seperti bubu), menghindari tertangkapnya atau mengembalikan rajungan kecil yang tertangkap, mengkarantina rajungan bertelur yang tertangkap, serta melakukan pencatatan data hasil tangkapan.

“Selain itu, kami bersama  SFP dan Fishlog sedang memfasilitasi Forkom dalam pengembangan usaha rajungan yang memenuhi sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan,” kata Budi.

Selanjutnya, melakukan pendampingan dalam mengembangkan ekosistem bisnis, termasuk membangun networking ke lembaga keuangan dan pemasaran. “Melalui skema ini, diharapkan akan terbentuk pola-pola usaha berbasis komunal,” tutur Budi.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img