Wednesday, January 28, 2026

Kopi Sarongge: Agroforestri Kualitas Ekspor

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Kopi Sarongge adalah salah satu kopi khas Indonesia yang dihasilkan dari sistem agroforestri di Kampung Sarongge, Kabupaten Cianjur. Kopi itu tumbuh dalam ekosistem perhutanan sosial. Kopi Sarongge berhasil menembus pasar ekspor ke Jerman dan Korea Selatan.

Pada Sabtu, 22 Maret 2025, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengunjungi Kampung Sarongge untuk meninjau langsung program Perhutanan Sosial, khususnya dalam pengolahan Kopi Sarongge. Dalam kunjungan ini, ia berdialog dengan kelompok tani hutan, penyuluh, serta masyarakat setempat untuk mendengar langsung tantangan dan potensi yang ada.

Menhut Raja Antoni mengungkapkan bahwa di Cianjur, sebanyak 8.900 hektare lahan telah diberikan akses kelola kepada 37 kelompok tani hutan. Ia menuturkan Kementerian Kehutanan dan jajaran pemerintah terkait akan terus berupaya memaksimalkan izin yang sudah diberikan itu. 

“Bagaimana supaya maksimal. Supaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itu yang utama,” ujar Menhut pada siaran pers.

Kemudian ia juga ingin memastikan agar dengan program perhutanan sosial,masyarakat semakin sejahtera seiring dengan hutannya tetap lestari. 

Di Kampung Sarongge sendiri, terdapat 100 hektare lahan perhutanan sosial yang dikelola oleh tiga kelompok tani hutan. Saat ini, baru sekitar 30 persen dari total lahan tersebut yang ditanami kopi, menghasilkan sekitar 7 ton kopi per tahun. Jika seluruh lahan dimanfaatkan optimal, produksi kopi bisa mencapai 80-100 ton per tahun.

Salah satu kendala yang dihadapi para petani adalah keterbatasan pupuk. Menanggapi hal ini, Menteri Kehutanan menegaskan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan pemda, kelompok tani hutan, kepala desa, dan aktivis perhutanan sosial untuk mencari solusi.

Ia juga menegaskan bahwa program Perhutanan Sosial bukanlah bentuk deforestasi, melainkan pendekatan legal agar masyarakat bisa mengakses dan memanfaatkan hutan secara bertanggung jawab. “Masyarakat boleh masuk hutan, tapi dengan syarat menjaga kelestariannya dan memanfaatkan hasil hutan untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Selain kopi, Kampung Sarongge juga sukses dalam mengembangkan produk berbasis hutan lainnya, seperti gula aren, yang produksinya mencapai 15 ton per tahun. Menteri Kehutanan berharap bahwa model perhutanan sosial di Sarongge dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Foto: ppid.menlhk.go.id

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img