Tuesday, January 27, 2026

Kelapa Naik Daun, Begini Langkah Kementan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) sepakat mempercepat pengembangan hilirisasi dan industri kelapa nasional. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia.

“Pagi ini kita rapat dengan asosiasi kelapa, kelapa Indonesia sekarang ini lagi diminati dunia. Dimana China itu mengimpor dan beberapa negara lainnya termasuk Malaysia mengimpor kelapa dari Indonesia,” ujar Menteri Amran usai audiensi dengan KOPEK di Jakarta, Minggu (25/5/25).

Rapat dimulai sejak pukul 06.00 pagi dan menjadi bentuk tindak lanjut cepat atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jumat (23/5/25) lalu. Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya percepatan proyek hilirisasi nasional, termasuk sektor pertanian sebagai salah satu fokus utama.

“Atas perintah Bapak Presiden, kami akan membangun industri hilirisasi, insyaallah mulai tahun ini,” sambung Mentan Amran melansir pada laman Kementan.

Menurutnya, lonjakan permintaan kelapa dari pasar global telah berdampak pada peningkatan harga secara signifikan di tingkat petani. “Harga kelapa naik tinggi dari Rp1.300 menjadi Rp4.000, Rp5.000, bahkan Rp7.000 per kilo. Jadi sekarang, selamat bagi petani kelapa Indonesia,” tambahnya.

Melihat peluang tersebut, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk mempercepat pembangunan industri kelapa dari hulu ke hilir, khususnya di wilayah sentra produksi. Mentan Amran juga meminta KOPEK berperan lebih aktif mendorong program hilirisasi, termasuk menarik investasi industri pengolahan kelapa di daerah.

“Momentum ini tidak boleh kita lewatkan. Petani harus sejahtera, dan nilai tambah harus tinggal di daerah,” kata Amran.

Tak hanya fokus pada hilirisasi, Mentan juga mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan melalui sistem tumpang sari. Ia menganjurkan agar di lahan kelapa juga ditanam komoditas lain seperti padi, jagung, atau kakao yang sesuai dengan agroklimat wilayah.

“Kita harus maksimalkan lahan. Di bawah kelapa bisa ditanam padi, bisa juga jagung. Jadi petani panen kelapa, panen juga jagung dan padi. Ini cara percepat swasembada dan naikkan pendapatan petani,” pungkas Amran.

Saat ini terdapat sepuluh kabupaten/kota yang dikenal sebagai sentra produksi kelapa nasional. Daerah-daerah tersebut meliputi: Indragiri Hilir (Riau), Tanjung Jabung Timur (Jambi), Banggai (Sulawesi Tengah), Tanjung Jabung Barat (Jambi), Sumenep (Jawa Timur), Halmahera Utara (Maluku Utara), Banyuasin (Sumatera Selatan), Minahasa Selatan (Sulawesi Utara), Pandeglang (Banten), dan Padang Pariaman (Sumatera Barat).

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img