Nesa dan Inggal memastikan semua produk di bawah naungan PT Anestira Agri Berkah berkualitas. Untuk bibit, standar pertama adalah pemberian pakan cacing minimal 14 hari agar ikan lebih tahan di masa mendatang.
Setelah itu, pakan pelet diberikan dengan kadar protein 38—40% untuk menunjang pertumbuhan ikan. Nesa menyortir ikan maksimal dua kali dan rutin melakukan karantina sebelum distribusi.
Kolam dan ketinggian air pun disesuaikan dengan lokasi petani mitra. Rata-rata kolam memiliki tinggi 40 cm dengan ketinggian air 30 cm, lalu meningkat menjadi kolam 60 cm dengan air 45 cm saat ikan membesar.
Selain pembibitan, Nesa juga mengolah ikan lele menjadi produk bernilai tambah seperti rolade, katsu, dan nuget. Produk olahan itu disukai pasar karena praktis dan bergizi.
Kendala utama usaha justru datang dari sisi pemasaran. Beberapa pembeli tidak selalu lancar dalam pembayaran.
Pada tiga bulan pertama, Nesa sempat mengalami pembayaran macet hingga Rp137 juta. Namun ia tetap bersemangat karena permintaan pasar tinggi dan belum terpenuhi seluruhnya.
Prospek usaha dinilai masih sangat terbuka lebar. Saat ini omzet usaha keduanya mencapai Rp300 juta—Rp500 juta per bulan.
