Suparta Zoel kedatangan tamu istimewa, yakni Guru Besar Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Dr. Amin Retnoningsih, M.Si. Ia menjamu Amin dengan menyodorkan mangga xi shi dan hong ju yang berbentuk lonjong berwarna hijau.
Mangga jumbo itu berbobot 500—800 g sehingga tampak mengesankan. Saat dibelah, terlihat daging buah berwarna kuning yang menggugah selera.
Amin mencoba mencicipinya dan langsung terkejut. Ternyata rasanya dominan manis dengan sedikit sekali rasa asam.
“Kecutnya sedikit sekali. Rasanya manis,” ujar profesor bidang taksonomi tumbuhan itu. Suparta kemudian menyajikan mangga lain yang berwarna merah dengan semburat kuning di ujung buah.
Ketika Amin mencicipi mangga merah tersebut, ia tak henti memberikan sanjungan. “Daging buahnya halus tanpa serat, manis terus-menerus, sampai terakhir dimakan masih terasa manis,” kata Amin.
Menurutnya, buah itu juga sedikit berair dan wangi sehingga semakin menggugah selera. Selain itu, bijinya tipis sehingga porsi buah yang dapat dikonsumsi lebih tinggi.
Suparta menjelaskan bahwa mangga hijau dan merah itu sejatinya satu varietas, yakni xi shi. Mangga tersebut merupakan introduksi dari Taiwan dan mangga hijau yang disajikan sebelumnya masih mengkal.
Karakter xi shi mirip mangga kiosawei asal Thailand yang termasuk kelompok manenda atau mangga panen muda. Ketika matang, kulit buahnya berubah menjadi merah jika mendapat sinar matahari penuh.
Sebaliknya, bila tidak terpapar sinar matahari atau dibungkus kertas, kulit buah akan berwarna kuning. Mangga xi shi sebenarnya tampak lebih cantik jika kulit buahnya merah.
Untuk memperoleh warna merah yang menawan, buah harus dibiarkan terbuka tanpa pembungkus. Namun, cara ini berisiko mengundang hama, penyakit, dan kerusakan fisik akibat sengatan matahari.
Menurut ahli agronomi asal Malaysia, Datok Mohammad Anim Hosnan, pembungkus buah bermanfaat mencegah serangan semut dan lalat buah. Pembungkus juga melindungi buah dari hujan dan embun yang dapat memicu cendawan.
Jika petani harus menyemprotkan pestisida, pembungkus membantu mencegah residu berlebih menempel pada buah. Suparta memilih membungkus buah untuk melindungi mangga dari hama dan kerusakan.
Ia mencoba dua jenis pembungkus, yaitu plastik bening dan kertas. Untuk plastik bening, ia memakai plastik berukuran 55 cm × 25 cm dengan ketebalan 0,5 mm.
“Plastik itu tebal agar tidak menempel ke kulit buah karena plastik tebal cenderung kaku,” ujar Suparta. Ia sengaja memilih plastik bening agar mangga tetap terpapar sinar matahari sehingga menghasilkan warna kulit yang cantik.
Mangga xi shi kini menjadi pilihan baru bagi para pekebun berkat rasa dan warna buah yang istimewa. Keindahan warna kulitnya semakin terlihat ketika buah terpapar sinar matahari penuh.
