Wednesday, January 21, 2026

Kebun Mangga UHDP Asia, Dari Taiwan hingga Tiongkok

Rekomendasi
- Advertisement -

Majalah Trubus pernah mengunjungi kebun mangga bersistem Ultra High Density Planting (UHDP) seluas 8.000 hektare di Tainan, Taiwan. Kebun tersebut menerapkan jarak tanam rapat, yakni 3 meter × 4 meter, untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produktivitas tanaman.

Kunjungan serupa juga dilakukan ke Chengbi, Yongle Town, Distrik Youjiang, Guangxi, Tiongkok. Di wilayah ini, pekebun mengelola kebun mangga seluas 2.400 hektare dengan jarak tanam lebih rapat, yaitu 3 meter × 2,5 meter. Total populasi tanaman mencapai 3,19 juta pohon mangga.

Sedikitnya terdapat 30 varietas mangga hasil grafting yang dibudidayakan di Chengbi, antara lain Tainong 1, Jinhuang, Yuwen, Guifei, dan Keitt. Keberagaman varietas tersebut menjadi kekuatan utama kawasan ini sebagai sentra mangga modern.

Dari sisi fasilitas, kebun mangga di Tiongkok telah dilengkapi teknologi canggih, seperti sistem fertigasi dan perangkap hama bertenaga surya. Kecanggihan lain tersaji di kawasan Nawang Mango New Village. Di lokasi ini, pekebun memanfaatkan pesawat tanpa awak (drone) untuk memantau kondisi tanaman di area seluas 355 hektare.

Seluruh aktivitas pengelolaan kebun dilakukan secara terkomputerisasi. Sebanyak 86 warga setempat mengelola kebun modern yang terintegrasi dengan pengembangan industri mangga, pariwisata pedesaan, dan koperasi.

Koperasi tersebut berdiri pada 2015 di Desa Linfeng, Tiandong. Warga membangun koperasi sesuai kebutuhan serta standar percontohan pertanian modern. Setiap kebun mangga di Tiongkok memiliki keunggulan tersendiri, seperti yang ditunjukkan Wenshe Family Farm di Tiandong.

Sementara itu di Indonesia, penerapan sistem UHDP pada mangga masih terbatas, terutama untuk mangga eksotis dengan warna menarik dan nilai jual premium, seperti mangga kiojay yang dibudidayakan di kebun Inggrit.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img