Saturday, June 6, 2026

Kreativitas Kunci Pengembangan Agrowisata Durian

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Agrowisata durian berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis kebun yang diminati masyarakat. Selain menawarkan pengalaman menikmati durian langsung dari sentranya, pengelola juga dituntut menghadirkan konsep kreatif agar pengunjung memperoleh pengalaman yang berkesan.

Salah satu contohnya ialah Durian Jatohan Ajid (DJA) di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Agrowisata itu menjadi tujuan para pencinta durian yang ingin menikmati buah jatuhan dalam suasana santai.

Pengunjung dapat menyantap durian sambil lesehan di balai-balai yang nyaman. Lokasinya pun strategis karena berada di tepi Jalan Raya Serang–Pandeglang.

Daya tarik DJA sudah terasa sejak pengunjung tiba. Sebuah patung durian raksasa berdiri di depan area parkir sebagai penanda sekaligus spot foto yang menarik perhatian.

Di tempat itu, pengunjung dapat menikmati berbagai durian unggulan khas Pandeglang. Salah satu andalannya ialah durian si bintang. Cita rasa durian tersebut dikenal kompleks dengan dominasi rasa manis yang berpadu sedikit pahit. Warna daging buah yang kuning semakin menggugah selera.

Meski demikian, pengunjung tidak akan menemukan kebun durian di area DJA. Konsep yang diterapkan ialah menjadikan lokasi tersebut sebagai etalase pemasaran durian unggulan.

Pemilik DJA, Mohamad Ajid H.M.A., memiliki sejumlah kebun durian yang tersebar dengan total luas mencapai 40 hektare. Salah satu kebunnya berada di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, sekitar satu jam perjalanan dari lokasi DJA.

Durian yang dipanen dari berbagai kebun itu kemudian dibawa ke DJA untuk dipasarkan kepada pengunjung.

Kreativitas serupa juga terlihat di kawasan agrowisata AA Kadu di Desa Cikeusal, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Agrowisata tersebut menggabungkan pengalaman menikmati durian premium dengan berbagai aktivitas rekreasi. Pengunjung dapat mencicipi durian unggulan seperti musangking dan duri hitam (ochee) sambil menikmati panorama kebun yang asri.

Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat menginap di tenda yang tersedia di area kebun. Konsep itu memberikan pengalaman berbeda bagi para pencinta alam dan durian.

Bagi pengunjung yang gemar wisata kuliner, AA Kadu menyediakan berbagai menu tradisional, termasuk nasi liwet khas AA Kadu. Aneka menu modern juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

“Ke depannya di area kebun juga terdapat sungai dan gua yang bisa dieksplorasi untuk pencinta petualangan,” kata pengelola AA Kadu, Ade Redi Yuliana.

Menurut Ade, semakin banyak potensi yang dimiliki suatu kebun, semakin besar peluang untuk menghadirkan inovasi dalam pengembangan agrowisata. Karena itu, kreativitas menjadi faktor penting untuk menciptakan destinasi durian yang tidak hanya menjual buah, tetapi juga pengalaman bagi para pengunjung


Artikel Terbaru

Cangkang Udang Jadi Sumber Astaxanthin Bernilai Tinggi

Cangkang udang yang selama ini terbuang sebagai limbah ternyata menyimpan potensi ekonomi besar. Melalui inovasi berbasis bioteknologi, limbah tersebut...

More Articles Like This