Mangga termasuk buah klimakterik yang mudah mengalami kerusakan setelah dipanen karena proses respirasi dan etilen yang terus meningkat. Dalam buku The Mango: Botany, Production and Uses dijelaskan bahwa mangga setelah panen akan terus mengalami pematangan dan pelunakan. Tidak heran dalam kondisi suhu ruang mangga hanya bertahan 2—4 hari. Oleh karena itu, pemahaman tentang teknik penyimpanan pascapanen sangat penting untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan kualitas buah.
Salah satu metode paling efektif yaitu penyimpanan dingin. Buku Postharvest Technology of Horticultural Crops menjelaskan bahwa mangga idealnya disimpan pada suhu 10—13°C untuk memperlambat respirasi dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Penyimpanan kurang dari suhu ini tidak disarankan karena dapat menimbulkan chilling injury. Cirinya kulit mangga menghitam dan daging buah menjadi keras. Metode pendinginan yang tepat terbukti mampu memperpanjang umur simpan mangga 2—3 minggu tanpa mengganggu kualitas.
Selain pendinginan, penggunaan pelapis yang dapat dimakan (edible coating) juga terbukti efektif. Penelitian Elizabeth A. Baldwin berjudul Edible Coatings for Fresh Fruits and Vegetables menjelaskan bahwa pelapis berbahan kitosan, alginat, atau pati dapat mengurangi kehilangan air, memperlambat respirasi, serta mencegah infeksi jamur. Pelapis ini bekerja membentuk lapisan tipis semi-permeabel di permukaan mangga sehingga laju pertukaran gas menjadi lebih stabil. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mangga yang diberi edible coating dapat bertahan hingga 14 hari lebih lama dibandingkan mangga tanpa perlakuan.
Teknik lain yang banyak digunakan di industri yaitu Modified Atmosphere Packaging (MAP). Dalam buku Postharvest Technology of Horticultural Products dijelaskan bahwa MAP bekerja dengan mengatur komposisi oksigen dan karbon dioksida dalam kemasan. Biasanya menurunkan O₂ dan meningkatkan CO₂. Kondisi atmosfer yang dimodifikasi ini memperlambat respirasi mangga, menghambat pertumbuhan mikrob, dan menjaga tekstur buah tetap firm. MAP terbukti memperpanjang umur simpan mangga hingga 3—4 minggu dengan kualitas rasa tetap terjaga.
Selain teknologi tersebut, penanganan awal seperti sortasi, sanitasi, dan penghilangan getah juga sangat penting. Buku Fruit and Vegetable Postharvest Handling menjelaskan bahwa sisa getah pada tangkai dapat menyebabkan bercak hitam dan memicu pembusukan dini. Membersihkan getah dengan air hangat dan klorin rendah membantu mencegah kontaminasi jamur, terutama Colletotrichum sp., penyebab antraknos pada mangga. (Naya Maura Denisa)
