Trubus.id-Hobi akuaskap terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap akuarium bernuansa alami. Tren itu turut mendorong permintaan berbagai tanaman air yang menjadi elemen utama dalam menciptakan lanskap bawah air yang menarik. Tidak hanya sebagai penghias akuarium, tanaman akuatik kini juga menjadi komoditas bisnis yang menjanjikan.
Beragam jenis tanaman air memiliki nilai ekonomi tinggi karena diminati pehobi dalam maupun luar negeri. Di antara yang paling populer ialah kelompok ludwigia dan rotala. Kedua genus itu terkenal karena warna daun yang beragam, mulai dari hijau, merah, hingga merah muda, sehingga mampu menciptakan kontras warna pada akuaskap.
Pebisnis tanaman air di Bogor, Jawa Barat, Ade Wardhana, menuturkan bahwa ludwigia dan rotala termasuk jenis yang paling banyak dicari pasar ekspor. Permintaan datang dari berbagai negara, terutama Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa. Karakter tanaman yang relatif kecil dengan tinggi sekitar 20—30 cm membuatnya cocok digunakan sebagai tanaman tengah maupun latar belakang pada akuarium.
Menurut pehobi sekaligus pedagang tanaman akuatik Sandy Setiawan, keberagaman varietas menjadi daya tarik utama kelompok rotala dan ludwigia. Beberapa jenis rotala yang banyak diminati antara lain Rotala hra, Rotala sp. ‘green’, dan Rotala ‘blood red’. Sementara itu, kelompok ludwigia yang populer meliputi Ludwigia sp. ‘red’, Ludwigia sp. ‘white’, dan Ludwigia glandulosa.
Keunikan tanaman akuatik terletak pada kemampuannya beradaptasi di lingkungan berbeda. Banyak jenis menunjukkan perubahan warna maupun bentuk daun ketika tumbuh terendam air. Karakter tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pehobi yang ingin menciptakan tampilan akuaskap dinamis.
Peluang usaha tanaman akuaskap tidak hanya berasal dari penjualan tanaman. Pelaku usaha juga dapat mengembangkan bisnis penyediaan perlengkapan akuarium, media tanam, pupuk khusus tanaman air, ikan hias pendukung akuaskap, hingga jasa pembuatan dan perawatan akuarium. Model usaha yang saling terintegrasi membuat sektor ini memiliki rantai bisnis yang cukup panjang.
Pelaku industri akuaskap di Indonesia menilai prospek bisnis tanaman air masih terbuka lebar. Pertumbuhan komunitas akuaskap, meningkatnya penjualan perlengkapan akuarium secara daring, serta permintaan tanaman hias air dari pasar ekspor menjadi faktor yang mendukung perkembangan usaha tersebut.
Selain itu, budidaya tanaman air relatif dapat dilakukan pada lahan terbatas menggunakan kolam, bak, maupun rumah tanam sederhana. Dengan teknik budidaya yang tepat, tanaman dapat diperbanyak secara vegetatif sehingga menghasilkan bibit dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat.
Kondisi itu menjadikan tanaman akuaskap sebagai salah satu peluang agribisnis yang menarik. Nilai jual yang tinggi, pasar yang terus berkembang, serta beragam pilihan komoditas membuat bisnis tanaman air berpotensi memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, baik skala rumahan maupun komersial.
