Sunday, June 7, 2026

Rahasia Panen Durian Lima Kali Setahun

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-“Di Kebun Durian Tamora bisa sampai 4—5 kali panen durian,” kata pemilik Kebun Durian Tamora, M. Hengki Massie. Padahal musim puncak panen di beberapa sentra di Provinsi Banten biasanya pada Januari. Namun, pengunjung masih bisa memanen durian di Kebun Durian Tamora pada April.

Pemimpin komunitas Durian Traveler, Sigit Purwanto, dan penjelajah durian, Iwan Subakti, membuktikan hal itu. Sigit dan Iwan menyambangi kebun yang berlokasi di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, pada April 2025.

Sesampainya di sana, Hengki menjamu Sigit dan Iwan dengan durian ochee dan super tembaga. Salah seorang karyawan Hengki lalu membelah ochee. Saat terbelah, daging buah khas ochee terlihat ideal yakni berwarna jingga.

“Luar biasa. Dari aromanya saya sudah tahu rasanya,” kata Sigit. Daging buah yang keriput pertanda berdaging tebal yang sangat menggoda walaupun belum mencicipinya.

Kemudian karyawan itu membelah super tembaga untuk membandingkannya dengan ochee.

Organik

Begitu terbelah, ternyata warna daging buah super tembaga hampir setara dengan ochee, yaitu sama-sama berwarna jingga.

“Ini bisa saingan nih,” ujar Iwan.

Hengki tidak menyangka bila warna daging buah akan seperti itu. Harap mafhum saat itu di Kebun Durian Tamora sering hujan.

“Ternyata untuk warna daging buah tidak terpengaruh musim hujan,” tutur Hengki. Selama ini ada anggapan jika warna dan rasa durian berubah di musim hujan.

Sigit dan Iwan mencicipi ochee terlebih dahulu.

“Wah ini kering banget teksturnya,” kata Sigit.

Tekstur daging buahnya terasa sangat halus. Begitu dimakan seperti pecah di mulut, lengket, manis, dan pahitnya menempel.

“Untuk menelannya jadi agak tersendat karena saking lengketnya,” tambah Iwan.

Selanjutnya giliran super tembaga yang dicoba.

“Tajam pahitnya,” kata Iwan.

Menurut Iwan pada uji coba kali ini rasa ochee kalah dengan super tembaga. Itulah keunggulan durian lokal. Mereka beradaptasi dengan mineral-mineral yang ada di Indonesia, kemudian terbentuk karakternya.

“Rasanya tajam, pahitnya ada, manisnya ada, dan creamy,” ujar Iwan.

Super tembaga bersifat alkoholik sehingga menimbulkan rasa hangat di perut.

“Kadar serotoninnya juga tinggi sehingga berefek relaksasi,” kata Iwan.

Beragam pujian itu menjadi bukti durian di Kebun Durian Tamora berkualitas. Padahal siapa sangka seluruh durian di sana dibudidayakan secara organik.

Mengapa memilih budi daya organik? Menurut Hengki, durian unggulan yang sekarang dikenal awalnya merupakan tanaman hutan yang mengandalkan bahan-bahan organik untuk menghasilkan buah yang enak. Setelah terpilih menjadi varietas unggul, barulah dibudidayakan secara luas.

Dari hal itu ia menarik kesimpulan bahwa durian unggul secara genetik mestinya mampu menghasilkan buah yang bagus dengan hanya mengandalkan nutrisi organik.

Dengan alasan itulah Hengki memutuskan untuk berkebun durian secara organik. Salah satu keunggulan budi daya organik yakni masa panen lebih panjang. Buktinya, Sigit dan Iwan masih bisa mencicipi durian ochee dan super tembaga “di luar” musim yakni pada April 2025.

Bonggol Pisang

Kebun Durian Tamora mengembangkan beberapa varietas durian yaitu 120 pohon musangking, 120 pohon ochee, 70 pohon bawor, 12 pohon namlung, dan 20 pohon super tembaga di lahan 2,5 hektare (ha).

Untuk pupuk pertumbuhan, Hengki mengandalkan sumber nutrisi berupa campuran pupuk kandang dari kotoran kambing, bonggol pisang, dan tomat.


Artikel Terbaru

Cangkang Udang Jadi Sumber Astaxanthin Bernilai Tinggi

Cangkang udang yang selama ini terbuang sebagai limbah ternyata menyimpan potensi ekonomi besar. Melalui inovasi berbasis bioteknologi, limbah tersebut...

More Articles Like This