Gentong tanah liat dan kayu mati ternyata bisa tampil memesona ketika dipadukan dengan aneka tanaman hias. Itulah yang ditunjukkan Nanang Setyawan lewat karyanya yang unik. Tanaman tidak ditanam di dalam gentong, melainkan ditempel rapi di permukaan luarnya. Hasilnya, rangkaian begonia, fittonia, pakis, suplir, hingga anthurium tampak seolah tumbuh alami di permukaan batu.
Kuncinya ada pada pemilihan media. “Sebaiknya pilih gentong yang masih mentah, yang belum menggunakan pelapis seperti cat atau vernis,” ujar Nanang. Gentong jenis itu memungkinkan air meresap melalui pori-pori dinding sehingga tanaman tetap mendapat suplai air secara kapiler. Air di dalam gentong pun berfungsi sebagai self watering.
Pemilihan tanaman juga tak kalah penting. Nanang menyarankan tanaman berakar serabut seperti begonia dan pakis. “Boleh menggunakan tanaman yang memiliki akar yang besar seperti kuping gajah, tapi jangan terlalu dominan,” kata Nanang. Penempelan bisa menggunakan lem atau benang jahit, lalu disempurnakan dengan lumut agar tampak alami.
Meski sempat layu di awal, tanaman biasanya pulih dalam beberapa hari. “Selama saya membuatnya, belum pernah ada kejadian sampai tanaman mati. Semua tumbuh subur,” ujar Nanang. Selain gentong, kayu mati dan bingkai pun bisa menjadi media artistik yang fungsional dan bernilai seni. Penasaran detail teknik, pilihan tanaman, dan perawatannya? Baca artikel lengkapnya di e-magazine Trubus: https://majalah.trubus.id/emagazine/rahasia-bugar-saat-puasa/
