Daun sukun (Artocarpus altilis) kian mendapat perhatian sebagai herbal pendukung kesehatan. Secara tradisional, daun kerabat nangka itu dimanfaatkan untuk membantu mengatasi gangguan ginjal, penyakit hati, hingga keluhan degeneratif. Sejumlah riset ilmiah pun mulai menguak mekanisme kerjanya di dalam tubuh.
Membantu Gangguan Ginjal
Dalam praktik herbal, daun sukun kerap digunakan untuk membantu kasus sindrom nefrotik atau ginjal bocor. Pada kondisi ini, ginjal gagal menyaring protein albumin sehingga protein keluar bersama urine. Akibatnya kadar albumin darah turun, tekanan onkotik plasma menurun, dan cairan merembes ke jaringan. Timbullah pembengkakan pada kaki, wajah, dan bagian tubuh lain.
Secara empiris, konsumsi seduhan daun sukun menunjukkan penurunan kadar protein dalam urine serta perbaikan kondisi fisik. Meski mekanisme spesifik pada sindrom nefrotik masih memerlukan penelitian lanjutan, kandungan senyawa aktif di dalamnya diduga berperan dalam memperbaiki respons peradangan dan stres oksidatif.
Riset justru lebih dulu membuktikan manfaat daun sukun untuk batu ginjal. Kandungan kalium membantu memecah endapan kalsium oksalat sehingga lebih mudah larut dan dikeluarkan melalui urine. Daun sukun juga mengandung saponin, polifenol, tanin, dan riboflavin yang mendukung kesehatan saluran kemih.
Pelindung Hati dan Antiradikal Bebas
Secara tradisional, daun sukun dimanfaatkan untuk membantu penderita hepatitis. Penelitian eksperimental oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menunjukkan infusa daun sukun mampu menurunkan kadar SGPT pada hewan uji yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl₄), zat pemicu kerusakan hati. Kelompok yang mendapat infusa daun sukun mencatat kadar SGPT jauh lebih rendah dibanding kontrol positif.
Mekanismenya berkaitan dengan kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan. Flavonoid bekerja menangkap radikal bebas di hati sehingga mencegah stres oksidatif dan kerusakan sel. Radikal bebas sendiri dapat berasal dari logam berat, pestisida, maupun bahan pengawet.
Potensi untuk Penyakit Degeneratif
Daun sukun juga dimanfaatkan untuk membantu keluhan jantung, diabetes, hipertensi, osteoartritis, dan asam urat. Aktivitas antioksidan dan kandungan senyawa fenolik berperan dalam menekan proses peradangan serta melindungi sel dari kerusakan.
Dari sisi keamanan, penelitian Fakultas Farmasi Universitas Indonesia menunjukkan ekstrak daun sukun dengan kandungan flavonoid 30% tidak bersifat toksik, bahkan pada dosis tinggi pada hewan uji.
Kini daun sukun tak lagi dipandang sebelah mata. Dari pekarangan rumah hingga pasar herbal internasional, potensinya sebagai tanaman obat kian terbuka lebar.
