Wednesday, January 28, 2026

Raksasa Hadir di Taman

Rekomendasi
- Advertisement -
Baobab menjadi salah satu elemen taman di kediaman Lucky di Ragunan, Jakarta Selatan.
Baobab menjadi salah satu elemen taman di kediaman Lucky di Ragunan, Jakarta Selatan.

Baobab elok menghias taman. Si raksasa itu penyimpan air yang baik.

Suasana asri terlihat saat memasuki gerbang rumah Lucky Hermansyah—yang bersangkutan enggan disebut namanya—di Ragunan, Jakarta Selatan. Di bagian kiri jalan menunju rumah tampak kolam koi memanjang dengan suara gemericik air yang memancar dari pancuran. Sementara di sebelah kanan gerbang berdiri pohon pulai Alstonia scolaris dengan banir sangat tua.

Sebuah taman 200 m2 menghampar. Di sana tumbuh baobab Adansonia digitata berdiameter 50 cm. Menurut perancang dan konsultan taman, M Yanto, umur pohon diperkirakan 30 tahun. Yanto mendatangkan pohon itu dari Karawang, Jawa Barat, pada awal 2015. Meski baru berdiameter 50 cm, bobot pohon itu cukup berat sehingga Yanto sempat kerepotan untuk menanamnya.

Baobab di Subang, Jawa Barat, tumbuh raksasa dan berumur ratusan tahun.
Baobab di Subang, Jawa Barat, tumbuh raksasa dan berumur ratusan tahun.

Cadangan air
Baobab mampu menyimpan cadangan air di dalam jaringan pohon sehingga bobot pohon relatif berat. “Air itu untuk cadangan tumbuh saat lokasi tumbuh kekurangan air,” tutur Yanto. Ia mengisi lubang tanam dengan campuran pupuk kandang dan pasir malang hingga ketinggian sepertiga tinggi lubang tanam sedalam 40 cm. Setelah memasukkan pangkal batang baobab di lubang tanam itu, Yanto menimbunnya dengan pasir malang.

Ia lalu memasang 4 penopang dari bambu agar pohon tetap berdiri tegak. Setelah pohon bertunas barulah ia melepas penopang. Lucky tertarik membeli baobab karena sosoknya yang kokoh dan gagah. Lucky tidak tawar-menawar saat Yanto menawarkan pohon asal Afrika itu Rp150-juta.

Pasar swalayan The Breeze di Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, Banten, juga memanfaatkan baobab sebagai elemen taman. Pengelola The Breeze sengaja tidak sepenuhnya memanfaatkan area seluas 13,5 hektar itu untuk gedung. Sebagian menjadi taman dan kolam. Mal itu mengusung tema taman luar ruangan. “Tidak hanya di luar, seluruh bagian dalam bangunan juga terdapat tanaman hias,” kata penanggungjawab taman The Breeze, Maria Liopisa.
Salah satu koleksi unik pusat perbelanjaan itu adalah tanaman baobab sebagai ikon salah satu taman. Di taman itu 3 batang tanaman berasal dari daratan Afrika menarik perhatian pengunjung. Maria mendatangkan pohon kehidupan alias baobab itu dari penjual di Lampung dan Subang, Jawa Barat.

Salah satu baobab berdiameter 70 cm, sementara yang lain berukuran 50 cm. Tingginya sekitar 4 meter. Namun, pohon yang memiliki fisik paling besar itu adalah tanaman yang umurnya paling muda. “Menurut penjualnya di Subang, tanaman itu berumur 20 tahun. Dua baobab lainnya yang dari Lampung berumur lebih dari 30 tahun. Jadi bentuk fisik besar tidak selalu menunjukkan umur yang tua,” ujar Maria.

Taman Balai Kota DKI Jakarta hadirkan baobab sebagai taman percontohan.
Taman Balai Kota DKI Jakarta hadirkan baobab sebagai taman percontohan.

Menarik perhatian
Menurut ahli fisiologi tumbuhan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, “Penyebab besarnya diameter batang dipengaruhi beberapa hal selain umur tanaman. Di antaranya yaitu ketersediaan zat hara di lingkungan dan kemampuan tanaman menyerapnya. Mungkin tanaman yang gendut itu karena perakarannya menjangkau sumber hara dalam jumlah besar. Pada tanaman gurun, biasanya nutrisi itu ditimbun pada bagian tubuh tanaman tertentu, contohnya di bagian batang,” ujar Edhi.

Sejatinya asem buto—sebutan baobab oleh masyarakat Jawa Tengah—itu tidak menuntut banyak air. Meski demikian Maria memasang sprinkler untuk menyiram taman sekali sehari. Penyiraman itu ditujukan untuk tanaman lainnya seperti rerumputan dan tanaman hias daun. Saat kemarau panjang dan cuaca terik seperti saat ini, penyiraman taman 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Tim pertamanan The Breeze menggunakan media tanam berupa campuran pasir malang dan pupuk kandang kotoran kambing yang porus dengan perbandingan 2 : 1 agar tumbuh optimal. Mereka menggali lubang tanam untuk 2 m x 2 m x 1,5 m. Pemindahan baobab menggunakan crane karena ukuran tanaman yang besar dan bobotnya berkisar 10 ton. Setelah menimbun akar tanaman, mereka menata taman seluas 15 x 25 meter itu.

Proses pengerjaan memerlukan 3 pekan. Selama Maria dan anak buahnya membangun taman, perhatian pengunjung selalu terfokus pada sosok tanaman yang tinggi dan batangnya besar. “Banyak yang memanfaatkan sebagai latar belakang foto atau memotret sambil membaca keterangan tentang baobab yang terdapat di sisi taman. Memang salah satu tujuan the Breeze mendatangkan tanaman unik adalah sebagai penambah pengetahuan pengunjung,” ujar wanita yang hobi yoga itu.

The Breeze di Bumi Serpong Damai mendatangkan baobab untuk memberi pengetahuan baru kepada pengunjung tentang tanaman unik.
The Breeze di Bumi Serpong Damai mendatangkan baobab untuk memberi pengetahuan baru kepada pengunjung tentang tanaman unik.

Baobab alias ki tambleng–sebutan di daerah Subang, Jawa Barat—itu juga menghias taman di Balai Kota Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Di taman 100 m2 itu terdapat 5 baobab terdiri atas 2 pohon berukuran sedang—berdiameter 60 centimeter dan tinggi 5 meter— dan 3 pohon kecil—berdiameter 40 centimeter dan tinggi 4 meter. Menurut Ratna Dyah, pohon-pohon itu merupakan hasil sumbangan petani dari Bogor, Jawa Barat.

Kepala Bidang Taman Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta itu mengatakan, “Taman Balai Kota dijadikan percontohan untuk taman lainnya. Oleh karena itu pohon baobab cocok untuk melengkapinya,” ujar Ratna yang memperkenalkan keistimewaan baobab sebagai penyimpan air. Pohon juga tidak membutuhkan banyak perawatan. “Kalau sudah disiram pohon bisa menyimpan air selama bertahun-tahun untuk bertahan hidup,” kata Ratna. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img