Trubus — Penganggrek di Lembang, Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Rizal Djaafarer, menata anggrek-anggreknya menggunakan aneka wadah yang sebagian besar merupakan limbah. Ia mengolah potongan kayu menjadi beberapa bentuk wadah. Ada kalanya ia langsung menempelkan anggrek di kayu itu. Kadang ia menggabungkan dua atau tiga potong kayu menjadi satu. Ia mengikat dengan kawat agar kuat. Pembuatan wadah anggrek itu sangat rapi.

tempat tumbuh yang nyaman.
Setelah itu ia menempelkan lumut dan anggrek. Rizal memasang pengait di ujung atas dan bawah kayu agar mudah menempelkandi dinding. Menurut Rizal anggrek menyukai potongan kayu karena setelah penyiraman pun akar tak akan tergenang sehingga peluang busuk akar kecil. Ia kemudian menempelkan anggrek Dendrobium burana doll atau yang lain. Kreasi lain berbentuk keranjang berbentuk segi empat lalu memasangi dindingnya dengan belahan kayu.
Di dalam keranjang ia mengisi lumut. Pun di sisi luar keranjang setelah itu, anggrek ditempel dengan melilitkan benang nilon. Ada juga kayu pulai dari Riau. Rizal menempelkan anggrek kecil di kayu yang lazim sebagai bahan pensil itu. Selain itu ia juga membuat pot mini berukuran 8 cm lengkap dengan pegangan. Ia kemudian memasukkan pot kecil di dalamnya sehingga pas untuk suvenir pernikahan. (Syah Angkasa)
