Monday, May 11, 2026

Berawal dari Skripsi, Bisnis Herbal Nasrul Kini Ekspor ke Banyak Negara

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Bisnis herbal milik Muhammad Nasrul Fatah bermula dari penelitian skripsi tentang tanaman torbangun. Saat itu ia mendapat arahan dari Muh. Rizal Martua Damanik untuk meneliti tanaman yang dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI tersebut.

Ketika masih menyusun skripsi, Nasrul membuat akun media sosial tentang budi daya torbangun. Tidak disangka, seorang warga Amerika Serikat menghubunginya dan menanyakan kemampuan pasokan daun torbangun.

Nasrul mengaku saat itu belum memiliki fasilitas produksi memadai. Namun, ia tetap menyanggupi permintaan tersebut dan mulai menyiapkan sampel produk.

Ia meminjam fasilitas pengolahan di Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center atau SEAFAST Center. Di tempat itu Nasrul melakukan proses pengeringan hingga pembuatan sampel sebelum dikirim ke Amerika Serikat.

Ternyata sampel yang dikirim diterima dengan baik oleh calon pembeli. Sejak 2018, pesanan daun torbangun terus berlanjut hingga sekarang.

Nasrul kemudian mengembangkan usahanya secara bertahap menggunakan keuntungan hasil penjualan. Dana tersebut dipakai untuk membeli alat produksi, menyewa pabrik, dan melengkapi berbagai fasilitas pengolahan.

Kini Nasrul memiliki pabrik pengolahan herbal di kawasan Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Pabrik itu memproduksi berbagai bahan herbal untuk kebutuhan industri farmasi dan nutrasetikal.

Menurut Nasrul, setiap produk harus memiliki standar mutu yang konsisten. Karena itu seluruh proses produksi dirancang agar mampu mempertahankan kandungan senyawa aktif dalam bahan herbal.

Ia juga memastikan seluruh produk dapat ditelusuri hingga ke lahan pertanian asal bahan baku. Langkah itu penting untuk memenuhi kebutuhan audit, sertifikasi, dan regulasi dari konsumen internasional.

Selain torbangun, Nasrul memproduksi daun saga manis, daun katuk, pasak bumi, hingga aneka rempah-rempah. Produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai negara seperti Belanda, Rusia, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, hingga Uni Emirat Arab.

Nasrul menilai peluang ekspor bahan herbal Indonesia masih sangat terbuka lebar. Ia bahkan berencana mengembangkan ekspor produk lain seperti gula semut dan kopi pada masa mendatang.


Artikel Terbaru

Lebah Menyukai Bunga Berwarna Cerah, Ini Alasannya

Trubus.id— Bunga berwarna cerah seperti kuning, ungu, biru, dan putih sering dipenuhi lebah yang mencari nektar maupun serbuk sari....

More Articles Like This