Trubus.id-Sengon Rus Dwiyono membuktikan buah sukun (Artocarpus altilis) bernilai ekonomi tinggi. Warga Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah itu mengolahnya menjadi stik renyah. Produk camilan itu bahkan menembus pasar Malaysia, Taiwan, hingga Australia.
Saat puncak panen, Dwi—panggilan akrabnya—mampu menjual 500—750 kg stik sukun per hari. Dengan harga Rp40.000 per kg, omzet yang diraih mencapai Rp20 juta—Rp30 juta per hari. Permintaan biasanya melonjak pada Desember—Januari seiring libur panjang dan hari raya.
“Bahkan pembeli dari Cilacap ada yang minta seminggu hingga dua ton,” ujar Dwi. Untuk memenuhi produksi harian, ia membutuhkan sekitar 2 ton buah sukun segar. Pasokan diperoleh dari petani sekitar Klaten hingga Cilacap.
Ia memasarkan produk ke berbagai daerah seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, hingga Kalimantan. Pengiriman dilakukan langsung maupun melalui jasa ekspedisi. Usaha yang dirintis sejak 2009 itu kini berkembang pesat.
Kesuksesan serupa diraih Edi Purwanto, perajin stik sukun asal Desa Randusari, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Ia mampu memproduksi rata-rata 700 kg stik sukun per hari. Dalam sepekan, penjualan bisa mencapai 3 ton dengan omzet hingga Rp120 juta.
“Omzet terbesar saya pernah mencapai Rp90 juta dalam satu kali pengiriman,” ujar Edi. Ia memulai usaha dari kondisi sederhana sebagai pemetik sukun. Dengan modal awal Rp200.000, ia mencoba mengolah buah yang tidak laku menjadi camilan.
Pada awalnya, ia hanya mampu menjual 10 kg per hari. Produk stik sukun sempat diragukan pasar karena dianggap tidak lazim. Edi harus berkeliling menawarkan ke warung-warung dan menghadapi banyak penolakan.
Namun, ketekunan membuahkan hasil. Seiring waktu, permintaan meningkat dan produknya semakin dikenal. Usaha yang kini berjalan lebih dari 11 tahun itu juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
“Kesuksesan itu butuh proses. Yang penting terus mencoba dan tidak mudah menyerah,” ujar Edi. Dari desa kecil di Klaten, stik sukun kini menjadi camilan favorit dengan nilai bisnis menjanjikan.
