Sunday, January 25, 2026

Agar Ruang Kian Hijau

Rekomendasi
- Advertisement -

Kaum urban meletakkan beragam tanaman hias di dalam ruangan. Suasana asri dan sejuk.

Sudah setahun belakangan Tiara Safitri meletakkan rak kayu di sudut ruang tamu kediamannya. Rak setinggi 1,5 m itu berisi aneka tanaman seperti sansevieria, sedum, kaladium, dan kalatea. Tiara menuturkan suasana rumah kian asri sejak kehadiran aneka tanaman hias itu. Warna hijau tanaman membuat pemandangan ruangan lebih cantik dan segar.

Kalatea Calathea orbifolia bertajuk rimbun cocok menghiasi sudut ruangan.

Kehadiran tanaman juga menjadi obat bagi Tiara yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan kantor. “Memandang deretan tanaman saat berangkat dan pulang kerja memberikan perasaan nyaman,” katanya. Harap mafhum, pada zaman modern banyak orang lebih memilih bekerja di gedung perkantoran. Mereka menghabiskan waktu di dalam ruangan setiap hari. Tanpa disadari banyak orang mengalami gangguan kesehatan.

Gaya hidup

Arvelina Sugiharto dalam jurnal intra program studi interior, Universitas Kristen Petra, menyebut Sick Building Syndrome (SBS) merupakan gangguan kesehatan yang dialami pengguna gedung lantaran kualitas udara yang buruk di dalam ruangan. Arvelina menuturkan, penyebab SBS adalah radikal bebas yang bersumber dari perabotan kantor seperti mesin fotokopi, mesin pencetak, cat, dan pembersih ruangan.

Kehadiran tanaman berguna untuk mengurangi radikal bebas di dalam ruangan. Polusi udara di dalam ruangan yang dibiarkan terus-menerus bisa menimbulkan keluhan seperti sakit kepala, asma, kulit kering, mata gatal, dan mual. “Salah satu cara untuk menangkal radikal bebas yakni memasukkan tanaman ke dalam ruangan,” katanya.

Medinila ‘Gregori Hambali’ salah satu tanaman hias daun eksklusif koleksi Sanggar Kemuning.

Menurut Arvelina tanaman bekerja menyerap racun lalu mengeluarkannya dalam bentuk oksigen. Dampaknya udara lebih berkualitas. Dengan begitu karyawan jadi lebih produktif bekerja. Dalam ruangan seluas 10 m2 dengan ketinggian plafon 8—9 m setidaknya ada satu tanaman. Keberadaan tanaman berperan mengatur kelembapan dan suhu udara, memperindah ruangan, menghalau stres, dan memanjakan mata.

Laju informasi membuat masyarakat makin menyadari pentingnya keberadaan tanaman dalam kehidupan sehari-hari. Pemilik nurseri Sanggar Kemuning, Friesia Sutjiati Widjaja, mengatakan keberadaan tanaman hias bahkan menjadi bagian gaya hidup kaum urban. Yang menarik, bukan tanaman hias berbunga indah yang jadi idola. “Justru tanaman hias daun dengan bentuk dan motif unik menjadi incaran,” katanya.

Friesia menuturkan, gaya hidup merawat tanaman dalam ruangan (in door) mulai naik daun sejak 2015. Banyak konsumen skala rumah tangga dan pemilik restoran yang mencari tanaman hias daun untuk mempercantik ruangan. “Konsumen justru menyukai tanaman-tanaman tropis dengan warna dominan hijau lantaran terpengaruh gaya tata ruang skandinavian yakni simpel tetapi selalu ada tanaman,” katanya.

Tanaman yang menjadi incaran yakni berpenampilan cantik dan perawatannya mudah. Sanggar Kemuning menyediakan berbagai tanaman hias daun untuk berbagai segmen dengan harga yang berbeda. Friesia mengatakan, konsumen tidak melulu mencari tanaman hias baru dengan harga fantastis. Mereka juga mencari tanaman jenis lama. Syaratnya bersosok menarik.

Konsumen menyukai peperomia lantaran berdaun menarik.

Jenis tanaman yang paling laku untuk masyarakat dan pehobi pemula antara lain peperomia Peperomia argyreia, kuping gajah Anthurium crystallinum, monstera Monstera deliciosa, dan waru Hibiscus tiliaceus variegata. Friesia bisa menjual 20 pot peperomia dan 10 pot kuping gajah dari pesanan konsumen rumah tangga. Ia menanam tanamam itu dalam pot berdiameter 12 cm berisi media tanam campuran tanah gembur dan sekam mentah dengan perbandingan sama.

Eksklusif

Friesia Sutjiati Widjaja, pemilik Sanggar Kemuning, menuturkan konsumen menyukai tanaman hias khas yang cocok diletakkan di dalam ruangan dengan perawatan sederhana.

Sementara segmen kelas menengah ke atas menyukai tanaman eksklusif. Mereka menggemari palem mapu Licuala mattanensis, medinila, kalatea Calathea fasciata, C. orbifolia, dan monstera albino. Friesia membanderol fasciata berumur 1,5 tahun Rp3juta. Dalam sebulan ia bisa menjual 4 pot fasciata. “Penampilan tanaman yang elok membuat konsumen jatuh hati walaupun harga tanaman cukup tinggi,” kata wanita yang akrab disapa Icha itu.

Menurut Friesia perawatan tanaman dalam ruangan itu relatif mudah. Yang penting, jemur tanaman setiap pekan agar mendapat sinar matahari dan udara segar. Penyiraman pun sederhana tidak perlu setiap hari. Selama media tanam masih lembap jangan disiram. “Letakkan telapak tangan di permukaan media tanam. Jika terasa kering segera siram tanaman,” kata Friesia.

Perancang taman di Kota Depok, Jawa Barat, Hari Harjanto, menuturkan tanaman hias daun memiliki kelebihan dibandingkan tanaman hias bunga yakni keindahannya lebih tahan lama sebab masa vegetatifnya panjang daripada umur bunganya. (Andari Titisari)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img