
ornamen emas yang terbuat dari kawat nyamuk. (Dok. Trubus)
Rangkaian bunga artistik penghias ruangan agar tak terkesan hampa.
Trubus — Awan putih menggantung di atas taman bunga. Panorama apik itu menenteramkan siapa pun yang menyaksikan. Itulah rangkaian bunga kreasi Lilia Veronica. Perangkai bunga di Jakarta Utara itu memanfaatkan sisal—serat tanaman sisal Agave sisalana—untuk melukiskan awan. Veronica memanfaatkan aneka bunga berkelir kuning dan jingga— mewakili perasaan riang—untuk menggambarkan taman bunga.
Tanaman itu antara lain anggrek cymbidium, craspedia, bunga statice, dan mawar mini. Ia menambahkan lembaran daun monstera dan sulur pandorea untuk menciptakan kesan segar. Rangkaian buatan Lilia makin menonjol dengan aksesori daun pakis kering berwarna emas. Kreasi lain Lilia berupa rangkaian bunga dalam vas keramik putih yang atraktif dengan ornamen berupa payung kertas warna-warni.
Batang pohon

Lilia mengambil dedaunan khas tropis dan bebungaan subtropis sebagai materi penyusun rangkaian. Ia memadupadankan daun monstera, hanjuang, aspragarus bintang, mawar jingga, statice ungu, craspedia kuning, dan hiperikum. Perangkai itu sengaja menekuk daun hanjuang untuk memberikan kesan luwes. Seniman itu memamerkan kreasi-kreasinya pada acara New Tren in 2019 pada 14 Maret 2019 di Kelapagading, Jakarta Utara.
Ketua klub pencinta bunga Plumeria itu menuturkan rangkaian bunga sarana untuk menuangkan imajinasi dan ide. “Kita bisa membuat rangkaian dari pemandangan maupun benda yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Caranya dengan sentuhan kreativitas sehingga siapa saja bisa membuat rangkaian bunga yang menarik. Lihat saja rangkaian karya dr. Doriswati Suradilaya, CFD, AIFD yang memanfaatkan kawat nyamuk sebagai materi merangkai bunga.
Doris membentuk kawat berwarna kuning emas itu menjadi serupa daun. Selanjutnya ia memadukannya dengan hanjuang merah tua, mawar kuning mini, babys breath, lili, dan bunga balon. Perangkai itu meletakkan amaranthus hijau untuk memberikan sentuhan garis pada rangkaian. Doris juga membuat rangkaian dengan memanfaatkan sedotan air mineral. Ia memotong pendek sedotan lalu menyemprotkan cat berwarna emas.

“Cukup semprotkan cat emas agar cabang tampil lebih mewah,” katanya. Potongan cabang berwarna emas itu menjadi solusi Doris untuk membuat rangkaian meja minimalis, tetapi glamour. Doris itu memakai vas berwarna kombinasi emas dan hitam agar rangkaian bunga yang dihasilkan kian selaras.
Tren

Selain Lilia dan Doris, ada pula Amanda Iskandar yang menyuguhkan rangkaian bunga berwarna hangat yang menjadi tren warna 2019. “Warna-warna hangat dan lembut seperti merah muda dan jingga merupakan warna kegemaran masyarakat pada 2019,” ujarnya. Oleh karena itu, ia membuat buket bunga dengan dominasi warna jingga yang memberikan kesan hangat.
Buket bunga sederhana itu terdiri atas kuntum mawar jingga, statice ungu, dan kalatea. Amanda meletakkan buket itu di dalam vas kaca yang sudah berhiaskan ornamen kawat emas yang dipasang di leher vas. Ia juga membuat rangkaian lain dengan membentuk puluhan ranting salyx sebagai wadah bunga. Amanda menghiasnya dengan mawar merah jambu, mawar putih, dan hortensia. (Andari Titisari)
