Sunday, January 25, 2026

Kiat Tepat Sambung Avokad

Rekomendasi
- Advertisement -

Banyak yang gagal menyambung bibit avokad. Gunakan batang yang belum bergabus kunci sukses menyambung bibit.

Penangkar buah senior di Bogor, Jawa Barat, Eddy Soesanto. (Dok. Trubus)

Trubus — Ardha Billy masygul karena bibit avokadnya mati. Pehobi avokad di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, itu menyambung bibit menggunakan batang atas avokad super. Batang atas atau entres itu menghitam, kering, dan mati. Pehobi avokad di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Januardi Simanjuntak mengalami kegagalan serupa ketika menyambung bibit tanaman anggota keluarga Lauraceae itu.

Menurut Januardi dari 20 avokad yang disambung hanya 10 bibit yang hidup. Artinya peluang keberhasilan sambung hanya 50%. Harap mafhum, demi menghasilkan bibit unggul pekebun avokad kerap menyambung batang atas menggunakan jenis unggul. Menurut penangkar buah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Eddy Soesanto, kegagalan sambung karena batang sudah tua atau bergabus. Akibatnya lebih sulit menyambung dibandingkan dengan menggunakan batang muda.

Gagal sambung

Menurut Eddy menyambung tanaman muda pun bukan tanpa aral. Kendalanya batang muda cenderung licin sehingga sambungan mudah lepas. Kuncinya menggunakan pisau tajam. Pada batang tua lazimnya gabus akan menggulung jika memotong menggunakan pisau tumpul. Gabus yang menggulung menghambat bersambungnya batang atas dan bawah.

Menurut ahli fisiologi tumbuhan di Kota Bogor, Jawa Barat, Ir. Edhi Sandra, M.Si., pisau harus sangat tajam agar permukaan luka tidak besar. Poses pembentukan kalus oleh kambium bisa dibantu dengan pemberian hormon tumbuh agar sel-sel kambium cepat membelah dan menyambung. Penguat sambungan harus kuat dan elastis sehingga sambungan tidak mudah goyang dan tidak kemasukan air yang dapat menyebabkan busuk.

Bibit avokad miki di Nurseri Tebuwulung. (Dok. Trubus)

Pemicu lain kegagalan menyambug bibit avokad adalah ulah cendawan. Setelah batang bawah dan batang atas tersambung cendawan masih bisa menyerang di luka bekas sambungan. Itu terjadi jika kondisi terlalu lembap, sehingga risiko gagal sambung makin tinggi pada musim hujan. “Setelah bibit tersambung sebaiknya letakkan di tempat teduh dan tidak lembap,” kata Eddy Soesanto, pemilik Nurseri Tebuwulung.

Tipe sambung

Eddy menyarankan penyiraman cukup sehari sekali, kondisi kering tidak menyebabkan bibit avokad mati. Oleh karena itu, pada saat musim hujan pembibit kerap menggunakan naungan plastik ultraviolet agar tidak lembap. Menurut Eddy ada beragam tipe sambungan bibit avokad, yakni sambung dini, normal, dan atas. Sambung dini atau sambung pendek sekitar 10 cm dari media atau tanah. Kelebihan sambung dini pertumbuhan bibit lebih cepat.

Batang avokad bergabus (atas) hendaknya menggunakan metode sambung V. (Dok. Trubus)

Kelemahannya potensi sambungan bisa terkubur karena terlalu rendah. Penangkar bibit kerap menerapkan sambung dini sebagai bibit tanaman buah dalam pot (tabulampot). Adapun sambung normal 20—30 cm dari permukaan tanah. Sambung atas karena terlambat atau batang bawah terlalu tua. Letak sambungan di atas 30 cm dari tanah. Eddy menyarankan melakukan sambung normal terlebih dahulu.

Jika gagal tersambung batang bawah bisa dipergunakan lagi dengan memotong lebih rendah. Teknik sambungan berdasarkan bentuk lazimnya ada 2. Yakni sambung miring dan sambung berbentuk V. Menurut Eddy keduanya memiliki fungsi berbeda. Jika batang tanaman masih muda dan padat sambung miring tidak masalah. Namun, jika tanaman sudah bergabus disarankan menggunakan metode sambung berbentuk V.

Sambung pendek memanfaatkan batang bawah yang sempat gagal sambung. (Dok. Trubus)

Menyambung bibit avokad menggunakan metode sambung V tidak cocok bagi tanaman muda. Musabbanya akan mudah lepas karena bagian dalam batang masih licin. Menurut Edhi Sandra persyaratan batang bawah adalah jenis-jenis yang tahan terhadap hama penyakit, mempunyai pertumbuhan yang cepat dan baik, tahan terhadap berbagai kondisi tanah, dan memiliki tipe perakaran baik.

Eddy mengatakan, avokad dari biji tua cocok sebagai batang bawah. Adapun batang atas memiliki keunggulan produktivitas baik. Salah satu jenis pilihan yakni avokad miki. Meskipun memiliki kekurangan berbiji besar, avokad miki memiliki keunggulan adaptif di dataran rendah, produktivitas tinggi, dan rasa daging buah enak. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img