Sunday, January 25, 2026

Venessa Tirta, BDes(CommDes) Laba Bisnis Pot Terakota

Rekomendasi
- Advertisement -

Bisnis pot terakota beromzet puluhan juta rupiah per bulan. Kini merambah bidang lain.

Monstera dalam pot berukuran
35 cm.

Trubus — Jajaran tanaman sukulen dalam pot tembikar menarik perhatian Venessa Tirta dan Ago Dirhamsyah ketika berkunjung ke Amsterdam, Belanda. Keduanya memang gemar mengoleksi tanaman hias. Namun, ketika kembali ke tanah air, mereka kesulitan mencari pot cokelat yang khas itu. Venessa hendak membudidayakan tanaman hias dalam pot karena praktis. Kebanyakan model pot berupa tabung yang monoton.

Venessa dan Ago melihat kondisi itu sebagai peluang. Bersama dua rekan berhobi yang sama, mereka mulai menawarkan tanaman berpot terakota pada pertengahan 2017. Semula hanya kerabat dan rekan yang terpincut. Kurang dari tiga bulan, lebih dari 100 pot ludes. Padahal, Echa―sapaan akrab Venessa―tak gencar memasarkan. Ia hanya memajang foto cantik tanaman hias berpot terakota pada media sosial.

Tanah liat

Mengusung label Plantis et Java, Echa menjadikan pot terakota sebagai daya tarik. Pot dari tanah liat itu memang spesial sebab proses pembakaran memunculkan warna merah kecokelatan alami. Makin lama warnanya akan menggelap dan berlumut. Hal itu menjadikannya berkarakter dan terkesan klasik. Pot tahan lama asalkan tidak pecah. Dibandingkan dengan bahan lain, pot terakota memang lebih berat.

Venessa lalu mendesain pot sesuai impiannya. Ia bekerja sama dengan para perajin di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mereka mencetak pot sesuai desain Venessa. Ukuran pot kecil karena untuk tanaman hias dalam ruang. Ago mengatakan,”Pot kecil berdiameter 10 cm, 13 cm, dan 16 cm memang pas untuk dekorasi meja dan ruangan di apartemen. Diameter 20 cm juga masih bisa untuk meja besar.”

Sansevieria pilihan favorit sebab mampu menyerap polutan.

Menurut Venessa pemesanan mencapai 100 pot per bulan untuk semua ukuran. Setahun terakhir konsumen lebih banyak meminati pot besar berukuran lebih dari 35 cm. Pot ukuran 16 cm juga banyak peminat. Permintaannya hingga 50%. Adapun harga sebuah pot berdiameter 10 cm mencapai Rp110.000. Perempuan muda itu memasarkan wadah tanaman hias melalui media daring. Menurut Venessa konsumen tersebar di DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Bekasi, Jawa Barat.

Lama-kelamaan banyak konsumen menginginkan ukuran lebih besar seperti diameter 35 cm, 40 cm, dan 45 cm. Venessa pun memenuhi permintaan para konsumen. Desainnya makin variatif. Uniknya, Plantis et Java—toko tanaman hias Venessa dan rekan-rekan—selalu menyertakan tatakan pot untuk menampung kelebihan air. Semula alumnus Desain Komunikasi  Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University, Australia, itu memang hanya menyediakan tanaman dan pot.

Namun, sejak setahun terakhir ia memenuhi permintaan media tanam dan pupuk. Venessa memanfaatkan sebuah garasi berukuran sekitar 8 m x 5 m untuk menampung tanaman hias seperti monstera, philodendron, dan sansevieria. Salah satu jenis yang permintaannya tinggi adalah Sanseviera trifasciata. Banyak pemula ingin merawat tanaman itu. Tanaman anggota famili Asparagaceae itu mampu menyerap polutan.

Pot terakota berdiameter 8―45 cmkarya perajin Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Setidaknya 75―100 pot terakota terjual setiap bulan. Omzet Venessa tak kurang dari Rp40 juta per bulan. Angka itu cukup menjanjikan untuk bisnis yang baru berjalan dua tahun dengan modal awal hanya Rp5 juta. Menurut Venessa permintaan terbanyak tanaman hias adalah sansevieria, monstera, dan tanaman kupu. Sebagai gambaran harga sebuah tanaman monstera setinggi hampir 200 cm dalam pot 45 cm hingga Rp1 juta. Kata Ago, sekitar 70% konsumen yang sudah pernah beli cenderung akan pesan lagi.

Ia memperoleh tanaman dari nurseri Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung, keduanya di Jawa Barat. Ia menanam tanaman di pot tembikar, merawat, dan menjualnya kepada konsumen. Permintaan yang terus meningkat menyebabkan Venessa membuka toko di Jakarta Selatan pada 2019. Venessa dan tim juga menyiapkan produk-produk baru antara lain gembor siram dari tembaga, sarung bantal dan tas bermotif tanaman.

Hingga kini Plantis et Java baru melayani pesanan area Jabodetabek saja. Di luar itu, Venessa belum menyanggupi lantaran pot rentan pecah. Kini Venessa dan Ago tak hanya menjual tanaman, tapi juga mendesain taman mini dalam rumah, perkantoran, dan restoran. Mereka kerap mengikuti bazar seperti Brightspot Market pada Oktober 2018 di Pacific Place Mall dan Semasa pada Maret 2019 di Balai Kota Jakarta. (Sinta Herian Pawestri)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img