Berniaga tanaman hias penghias taman dan ruangan.

Trubus — Selesai belajar film di negeri jiran, Friesia Sutjiati Widjaja bungah kembali ke tanah air. Perempuan muda itu lantas bekerja di sebuah stasiun televisi swasta pada 2008. Alumnus Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia, itu kerap pulang malam. Jam kerja sangat padat. Akibatnya Friesia kelelahan dan mengalami gangguan jantung pada 2010. Dokter menyarankan agar ia tidak beraktivitas yang menguras tenaga.
Friesia memutuskan berhenti bekerja. Perempuan kelahiran Jakarta itu menangani kebun keluarga seluas 6.000 m² di Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Di kebun itu ia mengelola beragam tanaman hias dan penghijauan seperti monstera, philodendron, kuping gajah, palem, dan kalatea. Friesia menyewakan beragam tanaman untuk perkantoran dan dekorasi. Ia memanfaatkan media sosial untuk mengunggah foto tanaman-tanaman itu.
Dua sektor

Friesia menuturkan jenis tanaman yang dicari pehobi pemula adalah peperomia Peperomia argyreia, kuping gajah Anthurium crystallinum, dan monstera Monstera deliciosa. Friesia bisa menjual 20 pot peperomia dan 10 pot kuping gajah dari pesanan konsumen rumah tangga setiap bulan.
Harga tanaman beragam tergantung umur, jenis, dan kelangkaan. Sebagai gambaran harga monstera variegata terdiri atas 4 daun mencapai Rp1,5 juta. Adapun harga montera biasa hanya Rp125.000 per tanaman.

Bisa dibilang pendapatan Friesia berasal dari perniagaan tanaman hias terbagi menjadi dua sektor yakni penjualan tanaman untuk dekorasi ruangan dan taman serta penjualan tanaman untuk perorangan. Pendapatan fluktuatif. Perniagaan tanaman untuk dekorasi ruangan biasanya meningkat menjelang Natal dan Idul Fitri. Saat itu omzet Friesia Rp200 juta per bulan.
Sementara perniagaan tanaman untuk perorangan meningkat pada bulan-bulan di luar Idul Fitri, Natal, dan tahun ajaran baru. Omzet Friesia sekitar Rp3,5 juta setiap hari. Friesia selalu menyediakan tanaman dengan kualitas terbaik demi kepuasan pelanggan. Ia juga bekerja sama dengan seorang kolega membuka gerai tanaman yang terletak di Jakarta Selatan. Di gerai itu ia menjadi pemasok utama tanaman yang ditawarkan.
Tren
Friesia konsisten mengirim tanaman dengan kualitas terbaik. Ia mengganti tanaman di gerai setiap pekan. Dengan begitu pengunjung selalu menjumpai tanaman dengan penampilan prima setiap saat. Di gerai itu pengunjung bisa membeli tanaman favorit dengan nyaman. Tata ruang gerai ditata sedemikian rupa sehingga pengunjung betah berlama-lama. Pengunjung bisa mendapatkan berbagai tanaman untuk dijadikan sebagai pemanis ruangan.

Sejatinya tanaman hias bukan barang baru bagi Friesia. Sejak kecil Friesia gemar menemani ayahnya berniaga beragam jenis tanaman keluarga bromelia. Friesia kecil senang menawarkan aneka bromelia berpenampilan cantik kepada kolega sang ayah. Walaupun ayahnya tidak menargetkan berapa jumlah tanaman yang harus terjual, anak tengah dari 3 bersaudara itu selalu bersemangat melayani konsumen.
“Ayah biasanya membelikan kaus favorit sebagai imbalan,” kata Friesia. Ia memang akrab dengan warna-warni bromelia. Maklum saja, sang ayah dikenal sebagai saudagar tanaman hias, terutama bromeliad. Friesia mengakui pada tahun-tahun pertama berbisnis tanaman hias merasa tertekan. “Kehidupan dunia hiburan dengan kebun sangat bertolak belakang,” ujarnya. Apalagi ketika memulai bisnis pada 2010-2014, permintaan tanaman untuk dekorasi masih lamban. Sebaliknya permintaan tanaman hias kini mulai meningkat. Oleh karena itu, kini ia menikmati perniagaan tanaman hias. (Andari Titisari)
