Wednesday, January 28, 2026

Duka Dedek Dalam Dendrobium

Rekomendasi
- Advertisement -

Dua anggrek baru hasil silangan Dedek Setia Santoso saat pandemi korona. Warna hitam perlambang duka mendalam.

Anggrek Dendrobium i dwiprahasto hasil silangan antara Dendrobium edfrans
charming dan Dendrobium heart of northoaks primary. (Dok. Dedek Setia Santoso.)

Trubus — Dedek Setia Santoso memberi nama Dendrobium kick covid-19 pada anggrek hasil silangannya. Satu lagi anggrek silangan terbarunya adalah Dendrobium i dwiprahasto untuk mengenang kegigihan Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc, Ph.D, petugas medis yang menjadi garda terdepan menanggulangi virus korona. Dedek Setia Santoso penyilang anggrek di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kotamadya Batu, Jawa Timur.

Prof. Dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc, Ph.D guru besar Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia dan istri terkena virus korona saat menangani pasien. Sang istri sehat kembali, tetapi Prof Dwi Prihastono berpulang pada 24 Maret 2020 di Rumah Sakit dr. Sardjito Yogyakarta.

Berduka

Dedek Setia Santoso mulai merakit anggrek Dendrobium i dwiprahasto dan nggrek Dendrobium kick covid-19 sejak 2018. (Dok. Dedek Setia Santoso.)

Anggrek Dendrobium kick covid-19 hasil silangan Dendrobium damarwulan dan D. cochliodes. Dedek menuturkan, dua induk itu mewariskan warna hitam dengan susunan bunga yang rapi, lidah sedikit lebar, dan tanduk melintir. D. kick covid-19 melambangkan rasa duka Dedek terhadap para korban yang meninggal karena virus korona. Oleh karena itu, warna gelap mendominasi bunganya.

Dedek mendaftarkan kedua anggrek silangan baru pada 31 Maret 2020. Keduanya anggrek dendrobium hibrida baru. Menurut pegiat anggrek dari Keluarga Alumni Gadjah Mada Pencinta Anggrek (Kagama Orchid), Agung Cucun Setiawan, penampilan D. kick covid-19 unggul pada tanduk bunga yang panjang dan melintir ke atas. “Saat ini tipe bunga yang tanduknya melintir digemari para penikmat anggrek dendrobium,” ujarnya.

Anggrek Dendrobium kick covid-19 sebagai wujud rasa duka Dedek Setia Santoso untuk para korban virus korona. (Dok. Dedek Setia Santoso.)

Selain itu, bunga D. kick covid-19 juga awet dengan kesegaran yang bertahan hingga sebulan lebih. Sementara D. i dwiprahasto, hasil silangan antara D. edfrans charming dan D. heart of northoaks primary. “Warna D. i dwiprahasto cenderung kuning dengan labelum ungu kemerahan. Muncul juga garis-garis ungu tua dan ungu muda.,” ujar Dedek. Menurut Agung D. i dwiprahasto jenis anggrek spatulata yang tahan banting.

Anggrek itu adaptif dataran rendah hingga menengah. “Pemeliharaanya relatif mudah, sehingga tahan banting,” ujar Agung Cucun Setiawan. Menurut Agung penampilan D. I dwiprahasto menarik karena tanduknya melebar tetapi kurang melintir. “Kalau melintir kesan feminimnya kuat. Kalau D. I dwiprahasto, kesannya gagah karena tanduknya lebar tetapi kurang melintir. Penampilan anggrek dwiprahasto makin apik dengan petal kuning kehijauan plus lidah merah marun dan ungu.

Lelang anggrek

Anggota dewan pembina Kagama Orchid, Agung Cucun Setiawan. (Dok. Agung Cucun Setiawan)

Dedek merakit kedua anggrek itu sejak 2018. Saat akan merilis kedua anggrek itu wabah korona merajalela. Dedek memilih di antara hasil silangannya untuk mengingat ganasnya virus korona. Prosesnya penyilangan sulit. “Kadang ada polen atau bunga jantan yang matangnya tidak bersamaan dengan calon induk betina. Akhirnya polennya ada yang saya simpan terlebih dahulu,” ujar Dedek.

Penyimpanan pole juga tidak boleh terlalu lama, karena rusak dan tidak bisa dipakai untuk penyilangan. Di tengah wabah pandemi, alumnus Universitas Brawijaya itu bekerja sama dengan Kagama Orchid mengadakan lelang anggrek dendrobium baru silangannya itu. “Untuk memberi penghargaan dan memompa semangat tenaga medis dengan mengabadikan nama Prof Dwiprahasto,” ujar Agung Cucun.

Total ada sekitar 500-aan tanaman anggrek ukuran seedling atau setinggi 5—10 cm. Lelang itu diikuti oleh civitas akademika Universitas Gadjah Mada melalui media sosial. “Peserta sangat antusias, sehingga hanya sehari saja anggrek Dendrobium i dwiprahasto dan Dendrobium kick covid-19 habis terlelang,” ujarnya. Total donasi yang didapatkan mencapai sekitar Rp80 juta.

Donasi itu untuk membeli alat pelindung diri dan bantuan ekonomi untuk masyarakat yang terdampak akibat virus korona. Dunia memang sedang menghadapi musibah, tetapi kepedulian tiap manusia tak pernah sirna. DD Orchid, badan usaha milik Dedek dan Kagama Orchid melakukannya lewat tanaman anggrek. (Bondan Setyawan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img