Tuesday, November 29, 2022

Agar sang Ratu Siap Naik Pentas

Rekomendasi

?Persiapan yang lebih penting justru dilakukan sejak dini, ? tutur istri penyilang aglaonema Gregori Garnadi Hambali itu. Pertama pemilihan tanaman. Jika seorang hobiis memiliki satu jenis aglaonema dalam jumlah banyak, pilih yang berwarna paling cerah dan susunan daun paling proporsional. ?Susunan daun harus seimbang, jangan ada salah satu sisi yang kosong,? ujar Indri yang berkali-kali menyabet gelar juara di kontes aglaonema.

Agar tanaman terlihat kompak, pilih yang sudah memiliki 3 anakan. Posisi anakan sebaiknya mengelilingi induk. Kalaupun ada anakan yang tumbuh menyempal, posisi tumbuh bisa diarahkan. Iwan Hendrayanta, hobiis di Permatahijau, Jakarta Selatan, menempelkan ranting kering ke batang anakan agar posisi anakan mengitari induk. Perlakuan itu mesti sejak dini agar batang mudah diarahkan. Bagian ranting yang menyangga anakan dibungkus selotip supaya tidak melukai batang.

Naungan
Setelah calon andalan kontes dipilih, letakkan di tempat ternaungi. Hindari cipratan hujan untuk meminimalisir serangan cendawan. Indri meletakkannya dalam naungan rumah plastik. Rumah plastik diletakkan di atas dak rumah di bawah naungan shading net setinggi 3 m. Indri menggunakan jaring yang menyerap 30%cahaya. Tidak ada syarat khusus plastik yang digunakan. Indri sempat menggunakan plastik UV, tapi kini dengan plastik transparan pun cukup.

Rumah plastik berukuran 1 m x 6 m dengan tinggi puncak 1, 5 m bisa menampung 30 tanaman dalam pot berdiameter 15 -20 cm. Tanaman diletakkan di atas batu koral setebal 5 cm. ?Atap ? rumah plastik bisa dibuka-tutup untuk mengatur sirkulasi udara dan kelembapan di dalam. Biasanya atap plastik dibuka sepanjang siang dengan cara digulung. Kalaupun tidak disungkup, letakkan aglaonema terpilih di dalam bagian greenhouse paling terlindung.

Sembari disungkup, dilakukan perawatan rutin. Pupuk lambat urai diberikan setiap 2 bulan dengan dosis 1 sendok makan. Itu dibarengi pemberian pupuk daun seperti Gandasil dan Growmore per 2 minggu. Pupuk disemprotkan ke daun hingga basah. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, Indri menyemprot insektisida, fungisida, dan bakterisida 2 minggu sekali secara bergantian.

Penyiraman dengan air setiap 3 hari hingga media basah. Secara rutin, daun dilap dengan air bersih agar mengkilap. Iwan Hendrayanta memilih air kelapa tua untuk mengkilapkan daun.

Ganti pot
Jika media terlihat mengeras, segera ganti. Buang media yang terletak dekat dinding pot. Jumlah media yang diganti cukup 50% dari volume total. Indri menggunakan campuran pasir, sekam bakar, pakis hancur, dan humus andam dengan perbandingan 1:1:1:1:2. Iwan memanfaatkan campuran pasir dan sekam bakar. Berbarengan dengan penggantian media, akar-akar yang rusak dipotong. Sebelum ditanam kembali, olesi akar dengan fungisida. Tanam kembali aglaonema pada pot yang ukuran, bentuk, dan corak paling pas dengan sosok tanaman.

Tiga hari menjelang kontes, daun dilap setiap hari hingga saat terakhir menjelang keberangkatan ke lomba. Supaya tidak rusak selama pengangkutan, daun dan batang disangga dengan tiang plastik tipis. Begitu sang ratu telah naik ke pentas lomba, tiang penyangga itu diangkat. Aglaonema andalan pun siap bertarung memperebutkan gelar terbaik. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img