Trubus.id— I Kadek Gandhi menjual rata-rata 7 ton buah stroberi segar dan aneka produk olahan per tahun. Omzet penjualan itu mencapai Rp96 juta setiap tahun.
Warga Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, juga menyediakan jasa agrowisata. Jika pemasukan dari agrowisata ditambahkan, total jenderal omzet Gandhi menjadi Rp130 juta per tahun.
Gandhi bersama sang ayah, I Made Suarsa, memperoleh pasokan stroberi dari 24.000 tanaman di lahan 40 are atau 4.000 m². Mereka menanam varietas rosalinda berwarna merah mentereng dan berbentuk mirip kerucut. Yang istimewa, varietas itu berbuah sepanjang tahun.
Sistem budidaya stroberi secara intensif keharusan untuk mendapatkan hasil optimal. Gandhi mengandalkan nutrisi awal berupa pupuk organik seperti Petroganik yang berfungsi memperbaiki sifat-sifat tanah.
Menurut pria berumur 24 tahun itu pemberian pupuk organik mencapai 1,2 ton untuk 40 are. Gandhi juga menaburkan 2 sak pupuk dasar berupa pupuk ZA per 10 are. Ia memberikan pupuk itu untuk memacu pertumbuhan vegetatif.
Adapun untuk pupuk susulan ia memberikan pupuk Phonska Plus dengan interval 2 pekan sekali. Dosisnya 20 kg pupuk Phonska untuk lahan 40 are. Pemberian Phonska Plus melalui fertigasi dan dikocor.
“Adakalanya selang fertigasi tersumbat sehingga ada tanaman yang tidak mendapatkan pupuk. Yang tidak kebagian pupuk saya berikan dengan cara dikocor,” ujar pemilik Strawberry Corps itu.
Gandhi menggunakan pupuk Phonska Plus karena merupakan pupuk majemuk sehingga lebih praktis. Pupuk itu mengandung nitrogen (N), fosfat (P₂O₅), dan kalium (K) berimbang dengan kadar masing-masing 15%.
Istimewanya, pupuk majemuk NPK itu diperkaya dengan unsur seng (Zn) yang berkadar 2.000 ppm. Seng berfaedah mengoptimalkan pembentukan bunga dan memperbanyak buah.
“Dari segi hasil, memang terlihat produktivitas buah meningkat hingga 10% dibandingkan dengan penanaman sebelumnya,” tutur Gandhi.
Menurut guru besar Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip.Agr.St., seng dalam tanaman memegang peran kunci sebagai unsur penyusun struktur atau kofaktor pengatur banyak jenis enzim yang berbeda pada banyak jalur biokimia penting.
Fungsi seng berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, baik fotosintesis, maupun pengubahan gula menjadi pati. Seng juga berfungsi dalam metabolisme protein, auksin, pembentukan polen, perawatan integritas membran biologis, dan ketahanan terhadap infeksi oleh patogen tertentu. Bila terjadi kekurangan seng, satu atau lebih dari banyak fungsi fisiologis seng tidak berjalan normal.
Dampaknya pertumbuhan tanaman terganggu dan hasil panen menurun. Phonska Plus juga diperkaya belerang (S) dengan kadar 9%. Belerang berperan dalam meningkatkan kualitas dan daya simpan dan hasil panen.
