Trubus.id — Memperbaiki aroma gedung menjadi salah satu alternatif membuat walet nyaman. Aroma yang tepat berperan menjaga koloni sehingga tidak mudah pindah. Pemilik rumah walet bisa menggunakan dupa untuk memikat walet.
Willy, praktikus walet di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, menyarankan, menggunakan dupa pada ruang putar dan ruang inap setiap hari agar hasil optimal. Sekali aplikasi cukup 3 batang dupa.
Adapun waktu optimal lazimnya pada pukul 15:00–17:00 WIB. Waktu itu berkaitan saat walet kembali ke rumah. Namun, Willy menyarankan tidak mengaplikasikan dupa ketika hujan.
Pasalnya, aplikasi kurang optimal karena aroma dupa kurang tersebar merata. Aplikasi dupa juga bisa dilakukan setelah panen sarang.
Hal itu senada dengan yang dikatakan Eddy Wijaya, praktikus walet di Jakarta Barat. Pasalnya, perpaduan dupa dan kayu-kayuan membuat walet nyaman dan meningkatkan insting homing atau pomah.
Pengalaman Eddy melihat klenteng di daerah Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, banyak walet menginap di ruangan samping altar. Padahal, di ruangan sebelahnya ada asap karena banyak orang membakar dupa.
Setelah belasan tahun pun, kondisinya masih tetap sama. Eddy menyimpulkan, aroma itu turut berperan membuat walet betah.
Menurut L. Eddyson, praktikus walet di Kota Jambi, aroma lain yang disenangi walet adalah aroma sarang burung sebelum dibersihkan sehingga burung itu nyaman menginap.
Mengatur aroma pas dan menerapkan sanitasi rutin di gedung walet terbukti bisa meningkatkan mutu sarang menjadi kian baik.
“Semenjak rutin menjaga sanitasi dan aplikasi dupa, sarang di gedung tidak lagi kuning, dan populasi walet pun meningkat,” kata Willy.
Lantas apakah aroma tepat itu berbeda tergantung wilayah? Menurut Willy, aroma yang disenangi walet tidak berpengaruh pada wilayah. Jika aroma rumah walet tepat, si liur emas pasti betah menginap.
