Tuesday, January 27, 2026

Beberapa Negara Pernah Alami Kerugian Akibat Penyakit Udang

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan pentingnya mitigasi hama dan penyakit pada ikan. Apalagi, sejarah mencatat, beberapa negara mengalami kerugian akibat penyakit pada udang yang disebabkan oleh virus APHND.

Itu disampaikan oleh Pamuji Lestari, Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). Tari mengatakan, penyakit yang menyerang udang bisa berdampak pada penurunan laju pertumbuhan produksi.

Menurutnya, hal itu pernah terjadi di Asia dan Dunia, seperti pada 2006 silam di Brazil yang mengakibatkan kerugian ekonomi hingga USD1 miliar. Thailand pada 2011–2016 yang juga memicu kerugian ekonomi mencapai USD7,4 miliar. Belum lagi ditambah kerugian ekspor USD4,2 miliar yang pernah dialami Thailand.

Selain itu, pada 2010–2016, negara-negara seperti Tiongkok, Malaysia, Meksiko, dan Vietnam juga turut merugi hingga USD23,6 miliar akibat virus APHND. Nilai ini belum termasuk kerugian penjualan pakan sebesar USD7 miliar saat kemunculan kasus koi herpes virus dari Maret 2002 hingga Desember 2003. 

“Nilai kerugian di kasus Koi Herpes Virus mencapai USD15 juta. Tentu ini jadi peringatan dan pembelajaran terkait pentingnya quality assurance,” kata Tari, melansir dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Merujuk pada persoalan tersebut, BKIPM berperan sebagai quality assurance produk hasil perikanan hulu hingga hilir. Selain itu, BKIPM juga mendapat tugas dari KKP untuk menjamin produk hasil perikanan, baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap. 

“Tentu ini sejalan dengan semangat Pak Menteri Trenggono terkait program ekonomi biru atau penggunaan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan umat manusia, dan secara simultan menjaga kesehatan serta keberlanjutan ekosistem laut,” papar Tari.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img