Tuesday, August 9, 2022

Berjaya di Yogyakarta

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Prestasi gemilang ditorehkan bonsai cemara udang koleksi Henky Wahyu pada kontes nasional bertajuk Pesona Jogja 2011 di lapangan Multi Media Training Centre, DI Yogyakarta. Lima juri pada kategori utama secara bulat menabalkannya sebagai best in show. Prestasi serupa digenggam saat terakhir turun gelanggang delapan tahun silam di kota yang sama.

“Penampilan bonsai ini sunggguh indah. Aura keindahannya alami,” ujar Yayat Hidayat, anggota dewan juri. Struktur akar, batang, cabang, dan ranting seimbang. Tekstur kulit menjadi satu kesatuan tak terpisahkan dengan bagian lain. Perakarannya kuat sehingga mampu menunjang performa batang dan cabang yang tertata sempurna dengan pemilihan pot antik sebagai wadah. Pantas jika kelima juri memberi nilai tinggi pada semua kriteria penilaian: penampilan, gerak dasar, keserasian, dan kematangan.

Lengkap

Bermodal kesempurnaan itu cemara udang milik Henky mengungguli para pesaing di sepuluh besar kategori utama. “Bonsai yang masuk sepuluh besar adalah tanaman dengan performa terbaik,” kata Yayat Hidayat. Terbukti selisih perolehan nilai pada sepuluh besar tipis. “Semua bonsai tampil sempurna nyaris tak ada cacat,” kata Frans A. Djaja, salah satu pemilik best ten pada kategori utama. Hanya saja cemara udang milik Henky memiliki tingkat kematangan paling baik. Itu yang membuatnya meraih jawara.

Cemara udang lain koleksi hobiis di Jakarta Barat itu juga berjaya di kategori madya dengan 138 peserta. Di kategori yang didominasi bonsai lokal itu cemara udang milik Henky menjadi terbaik karena memiliki penampilan sempurna. “Bentuk dasarnya memenuhi kriteria pohon dengan susunan anatomi yang lengkap,” tutur Yayat Hidayat. Harap maklum, bonsai-bonsai koleksi Henky memang dirawat intensif.

“Saya tidak hanya merawat bonsai untuk mengikuti kontes. Justru hampir tiap hari saya memantau pertumbuhan dan perkembangan tanaman,” ujar Henky Wahyu. Wajar bila pria yang menggemari bonsai sejak 1995 itu memiliki sejumlah koleksi bonsai berkualitas.

Ketat

Pada kategori regional, santigi milik Hadi Ashadi, hobiis di Pamekasan, Jawa Timur, berhasil menggenggam best in show setelah melalui penilaian selama 48 jam. Persaingan ketat terjadi di kategori yang diikuti 205 peserta itu. Sukris Dwi Rwanda, salah satu juri, mengibaratkan kontes itu perang tanpa pandang bulu. “Kualitas para peserta boleh diadu, mulai dari yang belum siap tampil hingga benar-benar siap,” ujarnya. Jumlah peserta terbanyak menuntut ketelitian dan kehati-hatian juri dalam menentukan sang jawara.

Santigi milik Ashadi moncer karena memiliki percabangan yang baik dengan batang meliuk layaknya di alam. Padahal dua tahun silam, tanaman itu rusak. Akibat pancaroba yang ekstrem daunnya rontok. “Bonsai ini saya persiapkan untuk kontes selama sebulan supaya kondisinya prima,” kata pria yang yakin santigi-nya masuk best 10 pada kategori regional itu. Jerih payah Ashadi memboyong santigi sejauh ratusan kilometer ke arena kontes pun terbayar sudah.

Kontes pada 26—27 Oktober 2011 yang diselenggarakan dalam rangka Musyawarah Nasional Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (Munas PPBI) VII itu berlangsung meriah. Panitia mencatat 500 bonsai turun gelanggang. “Ini salah satu lomba dengan jumlah peserta terbanyak,” kata Billy Anggara, ketua PPBI cabang Yogyakarta. Peserta luar kota datang dari Medan, Bengkulu, Jambi, Makassar, dan Bali. (Andari Titisari)

 

  1. Cemara udang milik Henky Wahyu,  best in show kategori utama
  2. Best in show madya, cemara udang milik Henky Wahyu
  3. Santigi milik Hadi Ashadi, best in show regional
  4. Sorgenti, best ten kategori regional koleksi Antono Yudo
  5. Serut, best ten kategori madya koleksi Husny Hasibuan
  6. Kimeng, best ten kategori utama koleksi Hengky Setiabudi

 

Previous articleDarah Baru Adenium Tumpuk
Next articleInspirasi Aksara
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img