Wajar bila rangkaian sukulen bernilai lebih tinggi dibanding yang dijual satuan. ‘Dalam rangkaian, keindahan masing-masing tanaman berpadu jadi satu sehingga penampilannya lebih menarik dan alami,’ kata Ari. Beda jika mereka tampil sendiri.
Contohnya Haworthia pumila yang berwarna kecokelatan dengan garis horizontal putih. Di dalam rangkaian, penampilan anggota famili Asphodelaceae itu berpadu serasi dengan Deuterocohnia brevifolia dan Echinopsis mamillosa yang berwarna hijau-kuning. Kesan kering dan alami hadir dengan batu purba berwarna kuning di tengah rangkaian dan batu kerikil di permukaan media. Tak heran bila rangkaian sukulen diminati konsumen.
Buktinya di saat banyak pemain tanaman hias mengeluh bisnisnya sepi, Ari berhasil menjual 30 rangkaian dengan harga Rp175.000-Rp3,5-juta/rangkaian pada Mei-Juni 2009. Kejadian serupa dialami Gunawan Widjaja, pemilik nurseri Wijaya di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Ketika penjualan beragam jenis tanaman hias melorot, kreasi sukulen di dalam rangkaian jadi salah satu penyelamat pendapatan.
Tahan di ruangan
Peminat rangkaian sukulen umumnya berasal dari kalangan pekerja kantoran. ‘Mereka memesan rangkaian sukulen untuk dipajang di kantor,’ ujar Endah. Itu karena bentuknya kecil dan minimalis-pot selebar 15 cm dan panjang 25-30 cm-sehingga cocok diletakkan di atas meja kantor. Selain bentuknya unik, sukulen juga tahan disimpan dalam ruangan.
Rangkaian sukulen juga layak mempercantik ruang tamu di rumah. Hobiis-hobiis itu yang banyak membeli rangkaian sukulen ke nurseri Sekarbinangun dan nurseri Wijaya. Gunawan-pemilik nurseri Wijaya-memadupadankan sukulen dengan tillandsia, cryptanthus, dan sansevieria. ‘Itu karena mereka memiliki kebutuhan agroklimat sama sehingga perawatannya lebih mudah,’ katanya.
Keempat jenis tanaman itu juga memiliki persyaratan untuk dijadikan sebagai rangkaian. Bentuk simpel sehingga mudah ditata. Bentuk dan warna tanaman juga variatif. Contohnya cryptanthus yang berwarna merah muda, merah, dan cokelat. Sansevieria, hijau dan kuning, serta tillandsia, keperakan.
Pertumbuhan mereka pun lambat sehingga menjadi nilai plus. ‘Penampilan rangkaian tak cepat berubah,’ kata Ir Hari Harjanto, praktikus tanaman hias dan perancang taman di Depok, Jawa Barat. Perawatan mudah. Cukup dengan pemberian pupuk dengan kandungan N rendah 2 kali sebulan tanaman tampil sehat. Penyiraman setiap minggu dengan menggunakan handsprayer yang nozelnya diatur sehingga air yang keluar seperti kabut.
Siap rangkai
Menurut Ari untuk rangkaian sukulen sebaiknya pilih tanaman yang bentuknya beragam, seperti bulat dan runcing, dan kondisinya sehat dan prima untuk menghindari kematian. Ia menggunakan campuran media berupa pasir malang 1 bagian dan pasir sungai halus 2 bagian. Campuran itu ditambah kompos dan sekam bakar masing-masing 10% dari volume media. Diamkan campuran media itu selama 1 minggu sebelum digunakan agar menyatu.
Nah, selanjutnya sukulen siap dirangkai. Tahapan merangkai sukulen sama dengan rangkaian umumnya. Tanaman tinggi dipadukan dengan yang pendek. Tanaman yang lebih kecil posisinya disesuaikan dengan fokus yang akan dipilih. Begitu pula dengan mengkombinasikan warna daun yang berbeda. Misalnya Haworthia limifolia yang berwarna hijau tua dipadukan dengan kaktus Mammilaria sp yang berwarna hijau dengan duri putih dan Echinopsis mamillosa, hijau dengan duri kuning.
Setelah selesai, semprot rangkaian dengan vitamin B1 dan hormon perangsang akar, lalu letakkan di tempat teduh, seperti di teras rumah, selama 1-2 bulan. Selama itu rangkaian disemprot dengan vitamin B1 dan hormon perangsang akar 2 kali seminggu. Selanjutnya tutup permukaan media dengan batu kerikil. Rangkaian pun siap menghias kantor atau rumah Anda.
Bila rangkaian diletakkan dalam ruangan, sebaiknya dikeluarkan sebulan sekali, agar tetap prima dan sehat. Dengan begitu harga tinggi pun tak jadi masalah lantaran keindahan rangkaian dapat dinikmati dalam waktu lama. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Nesia Artdiyasa)
Bentuk dan warna tanaman variatif
Rangkaian sukulen umur 1 tahun seharga Rp1-juta
Sukulen, lambat tumbuh cocok untuk rangkaian
Mudah dirawat dan tahan lama dalam ruangan
Foto-foto: Rosy Nur Apriyanti & Nesia Artdiyasa
