Monday, January 26, 2026

Bikin Bonsai Santigi Juara Kontes

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Kualitas tanaman yang mumpuni membuat Jayabaya mulus melenggang sebagai juara pertama di kelas utama dan menyabet best in show usai mengalahkan juara pertama di kelas madya dan pratama, pada kontes bonsai di Monumen Jogja Kembali, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Bonsai bernama Jayabaya itu merupakan jenis santigi (Pemphis acidula) milik Kevin Handoko, S.T., pehobi bonsai asal Surabaya. Dalam kontes itu, Jayabaya tampil sehat, luwes, dan prima sehingga tanaman terkesan gagah.

Kevin memperkirakan umur Jayabaya 60 tahun. Kevin merawat Jayabaya dengan intensif. Ia rutin menyiramkan air laut sekali sebulan. Selain untuk penyesuaian habitat aslinya, air laut kaya mineral yang bagus untuk pertumbuhan pohon.

“Santigi menyukai panas dan banyak angin sesuai habitatnya di pantai,” ujar pria berusia 30 tahun itu.

Ia mengadopsi Jayabaya dari pehobi bonsai di Madura, Jawa Timur, Harun Al-Rasyid, pada 2021. Ia tidak terlalu mengubah bentuk asli tanaman. Kevin hanya merapikan percabangan dan ranting tanaman sehingga tanaman tampil lebih sempurna.

Pemangkasan rutin dilakukan setiap pekan atau paling lama 1,5 bulan. Usai pemangkasan, ia meletakkan tanaman di tempat teduh hingga muncul tunas baru. Kevin menuturkan, penampilan Jayabaya hanya berubah 10%.

Sejumlah pehobi menyebut Jayabaya dengan konsep tripel. Musababnya terdapat 3 cabang besar dominan. Gerak dasar mahkota dari tengah meliuk kemudian kembali jatuh ke tengah. Percabangan mengarah ke sisi kanan.

Tinggi Jayabaya hanya 75 cm serasi dengan ukuran pot. Penambahan lumut hijau yang menutupi permukaan media tanam menambah kesan alami. Kevin menggunakan 95% pasir malang sebagai media tanam lantaran sesuai habitat santigi di pinggir pantai. Sisanya kompos berbagai macam daun.

Supaya tanaman tetap prima ia rutin mengganti media tanam 6 bulan sekali. Kevin juga menaburkan pupuk lambat urai berupa NPK seimbang 14:14:14 ke permukaan media tanam.

Sekali dalam sepekan ia rutin memberikan pupuk organik cair (POC) dari kotoran kambing. Kevin melarutkan 500 ml POC kotoran kambing dalam 5 liter air. Larutan tersebut cukup untuk 3 tanaman.

Kontes bertajuk Manunggal ing Karya yang artinya Bersatu dalam Berkarya itu diselenggarakan oleh Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Sleman, pada 23 Desember 2022—3 Januari 2023.

Peserta datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Provinsi Jawa Barat, Semarang (Jawa Tengah), serta Surabaya dan Madura (Jawa Timur).  Total jenderal 645 bonsai yang turut meramaikan pagelaran itu.

“Antusias pehobi sangat mengejutkan,” ujar Ketua PPBI Kabupaten Sleman, Mustangin.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img