Sunday, August 14, 2022

Bintang Keluarga Kaktus

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Bunga Astrophytum asterias cv kikko nudum variegata berwarna merah terang.
Bunga Astrophytum asterias cv kikko nudum variegata berwarna merah terang.

Dipuja lantaran kaya rupa.

Kaktus bintang Astrophytum termasuk tanaman idaman lantaran memiliki keindahan rupa yang beragam. Ibnu Ilyas, pehobi kaktus di Surabaya, Jawa Timur, misalnya, terpikat kecantikan astrophytum sejak 2010. Semula, ia membeli jenis-jenis biasa yang mudah dijumpai di pedagang tanaman hias di Batu (Jawa Timur) atau Lembang, Bandung (Jawa Barat). Harganya berkisar Rp200.000. “Saya masih pemula kala itu,” ujarnya mengenang.

Lambat laun, Ibnu kepincut astrophytum berbentuk unik kelas kolektor. Salah satu klangenannya adalah Astrophytum asterias cv kikko nudum variegata. Sosok kaktus tanpa duri itu sangat unik. Lekukan atau ribs tubuhnya mengalami mutasi menjadi bentuk kotak yang tersusun rapat. Pola susunannya membujur dari pangkal ke ujung. Di setiap kotak terdapat bulu berwarna keabuan. Penampilan tanaman makin istimewa sebab terdapat semburat kuning di sekujur tubuh.

Ribs Astrophytum asterias cv kikko nudum variegata mengalami mutasi menjadi kotak-kotak yang tersusun rapat.
Ribs Astrophytum asterias cv kikko nudum variegata mengalami mutasi menjadi kotak-kotak yang tersusun rapat.

Bandel
Ibnu memperoleh kaktus berdiameter 11 cm itu dari seorang kolektor. Alumnus jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Bali, itu harus menebus harga di atas Rp5-juta. Selain bersosok unik, Ibnu menyukai astrophytum lantaran tergolong bandel. “Cocok bagi pehobi supersibuk yang ingin memiliki koleksi premium,” ujarnya. Ia meletakkan astrophytum yang sohor dengan sebutan songoku itu di teras rumah beratap polikarbonat. Di sana ia tidak khawatir koleksinya bakal merana. Sinar matahari selalu menyinari tanaman sejak fajar hingga petang.

Ibnu memilih media tanam campuran pasir trass (70%), serbuk sabut kelapa (10%), sekam bakar (10%), dan cacahan pakis (10%). “Pasir trass bertekstur halus sehingga tidak melukai tubuh tanaman,” ujarnya. Ayah dua anak itu menambahkan sejumput pupuk lambat urai pada media tanam sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Ibnu juga memperhatikan kebutuhan air pada tanaman. Jika musim hujan tiba, ia menyiram sekali setiap bulan. Saat musim kemarau frekuensinya menjadi 1—2 pekan.

A. myriostigma nudum variegata.
A. myriostigma nudum variegata.

Nama astrophytum diambil dari bahasa Yunani astron dan proton, masing-masing memiliki arti bintang dan tanaman. Beragam kultivar dengan aneka corak menjadi daya pikat utama. Sugita Wijaya, kolektor kaktus di Surabaya, Jawa Timur, malahan mengoleksi sepot A. asterias cv superkabuto diamond form. “Kabuto diamond form masih langka,” ujarnya. Kaktus berselimut totol-totol putih itu memiliki bentuk segi enam. Batas antarribs terlihat tegas sehingga bila dilihat dari atas tampak seperti potongan berlian. Adapula A. myriostigma cv onzuka hannya.

A. myriostigma cv kiko nudum variegata.
A. myriostigma cv kiko nudum variegata.

Sebutan hannya di belakang namanya menunjukkan kaktus mahal itu memiliki totol putih yang sangat jelas. Marcel Setiawan Tanusaputra, pehobi kaktus di Manado, Sulawesi Utara, pun mengoleksi beragam jenis astrophytum. Semuanya tampil cantik dalam balutan pot keramik. Salah satunya, A. myriostigma cv kikko nudum variegata dan A. myriostigma cv multicocstatum fukuryu ranpo. Yang disebut pertama memiliki motif menarik lantaran didominasi warna kuning. Adapun yang disebut memiliki tipe pseudoribs acak. Selain itu, tesktur tanaman pun tampak kasar.

A. myriostigma cv multicocstatum variegata
A. myriostigma cv multicocstatum variegata

Bunga
Pehobi kaktus di Padang, Sumatera Barat, Adly Havendri pun kesengsem sang bintang. Ia mengoleksi astrophytum istimewa sejak 4 tahun lalu. Sebut saja A. myriostigma cv multicocstatum variegata, A. myriostigma nudum variegata, A. myriostigma cv tricostatum, dan A. ornatum cv. mirbelii. Rupa A. myriostigma nudum variegata sangat cantik. Bentuknya seperti belimbing bundar dengan tiga corak warna yaitu kuning, hijau, dan jingga.

A. myriostigma cv multicocstatum fukuryu rampo.
A. myriostigma cv multicocstatum fukuryu rampo.

Begitu pula A. myriostigma cv multicocstatum variegata. Bintik-bintik putih nyaris menutupi permukaan kulitnya, ciri khas myriostigma. Jumlah ribs kaktus tak berduri itu sebanyak 8 lekuk. Lazimnya, 5 lekukan. Menurut Adly kelebihan astrophytum bukan hanya terletak pada kemolekan tubuhnya. “Astrophytum memiliki bunga yang sangat cantik,” ujarnya.

Lihat saja kembang Astrophytum asterias cv kikko nudum variegata dan A. capricorne, dan A. asterias cv super kabuto. Ketiganya memamerkan sekuntum bunga di ujung tubuh. Bunga asteris kiko nudum merah terang dengan putik kuning. Sementara kelopak bunga capricorne dan asterias super kabuto nyaris serupa. Keduanya memiliki kelopak bunga berwarna kuning lalu berubah jingga mendekati pangkal. Itu bukti bahwa astrophytum memang bintang di antara para kaktus. (Andari Titisari)

Bunga A. capricorne.
Bunga A. capricorne.
A. myriostigma cv onzuka hannya.
A. myriostigma cv onzuka hannya.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img