Saturday, June 22, 2024

Boja Farm Ekspor Hasil Pertanian Organik Senilai 7,5 Miliar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Salah satu kunci memperbaiki perekonomian nasional adalah meningkatkan ekspor. Aktivitas ekspor tidak hanya membantu para pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, tetapi juga untuk menghasilkan devisa dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Apalagi, situasi pandemi dan perekonomian global yang sedang lesu saat ini berdampak pada pasar ekspor yang juga pasti menurun. Namun kendati begitu, berbagai pihak dituntut harus lebih jeli melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yang juga sekarang ini sedang mengalami pandemi.

Potensi ekspor masih sangat besar. Peluang itu ada karena Indonesia mempunyai produk komoditas yang beragam. Tentu hal itu perlu didukung dari sisi kreativitas, kualitas, volume, dan tujuan negara ekspor.

Sebagai negara tropis dan memiliki lahan pertanian luas, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor produk organik, terutama ke Eropa yang pertumbuhan konsumsinya terus meningkat.

Menurut data Organic Trade Association (OTA), penjualan produk organik pada 2018 mencapai US$47,9 juta. Angka ini diprediksi akan terus meningkat hingga US$60 juta pada 2022. Pertumbuhan investasi komoditas organik di dunia juga diprediksi terus meningkat, yakni mencapai US$327.600 juta pada 2022.

Berkat kolaborasi dengan berbagai pihak, Cah Angon Foundation menggelar kegiatan Peresmian Ekosistem Desa Organik dan Pelepasan Ekspor Hasil Pertanian Organik, di Boja Farm, Desa Tajur Halang, Lembah Salak, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Boja Farm mengekspor produk olahan pertanian organik, dengan nilai ekspor Rp7,5 miliar. Boja Farm, Desa Tajur Halang, merupakan salah satu desa binaan Astra. Head of Social Engagement Astra, Triyanto, mengatakan Astra mempunyai 1.060 desa binaan dari program Desa Sejahtera Astra.

“Program Desa Sejahtera Astra dimulai sejak 2018. Sampai saat ini sudah ada 1.060 Desa Binaan, salah satunya Boja Farm, Desa Tajur Halang,” jelasnya, Kamis (23/02).

Triyanto menyebut, Astra terus mendorong agar desa-desa binaan yang lain juga bisa ekspor. Menurutnya, untuk mewujudkan itu perlu sinergi berbagai pihak. Kesuksesan Boja Farm, Desa Tajur Halang juga berkat kolaborasi. Ia berterima kasih terhadap berbagai pihak yang sudah berkenan berkolaborasi dalam pelepasan ekspor dari Boja Farm.

“Semoga kolaborasi ini terus berjalan dan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat dan bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia,” tutur Triyanto.

Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Kabupaten Bogor, Budi Cahyadi Wiriadi, hadir mewakili Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan yang berhalangan.Budi dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Boja Farm yang telah sukses melakukan ekspor.

Selain itu, pihaknya mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu mengembangkan pertanian organik di Kabupaten Bogor.Budi juga berharap petani-petani muda di Bogor bisa terus bertambah. Mengingat, lahan-lahan pertanian masih cukup banyak.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Atasi Serangan Kumbang Tanduk dan Rontok pada Bunga Anggrek

Trubus.id—Kumbang tanduk Oryctes rhinoceros kerap membuat para hobiis anggrek geram. Pasalnya, menggerek pucuk bunga dan bagian tanaman anggrek lainnya...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img