BRIN Kembangkan Kentang Varietas Stacked Genes Granola Potato, Intip Keunggulannya

Rekomendasi

Trubus.id–Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengembangkan varietas kentang Stacked Genes Granola Potato yang rencananya akan diluncurkan pada 2026 mendatang.

“Generasi baru varietas kentang ini akan segera diluncurkan pada 2026 mendatang,” ujar Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Puji Lestari.

Puji menyebut masih terdapat beberapa uji coba yang harus dilakukan untuk keamanan varietas. Pengembangan varietas itu dilakukan  BRIN  dengan pendanaan dari United State Agency International Development (USAID). 

“Skemanya itu melalui Feed the Future-Global Biotech Potato Partnership (GBPP), untuk perakitan varietas tahan penyakit hawar,” ujar Puji.

Ia menuturkan GBPP merupakan kemitraan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan produksi kentang melalui solusi bioteknologi, yang menekankan keberlanjutan, ketahanan terhadap penyakit, dan ketahanan pangan. 

Menurut Puji, pengembangan varietas Stacked Genes Granola Potato yang tahan terhadap penyakit hawar daun dapat mengurangi penggunaan fungisida, menguntungkan petani, dan ramah lingkungan. 

Unggul

Menurut Ketua Koordinator Penelitian GBPP Kusmana bahwa  keunggulan Stacked Gene Granola Potato antara lain hanya membutuhkan 20% dan 50% pestisida. 

“Umumnya petani mengalokasikan 30% pestisida untuk biaya produksi, dan varietas ini dapat menekan biaya pestisida dengan produktivitas yang sama baiknya dengan kentang non transgenik,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa karakteristik kentang persis dengan granola lama yakni produktivitas bisa mencapai 30 ton per hektar dibanding kentang lokal yakni 15 ton per hektar.  

“Untuk adopsi potensi varietas ini juga sangat tinggi, dan sudah banyak petani yang berminat untuk menanamnya,” ujar Kusmana dilansir pada laman BRIN.

Ia menuturkan ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi, karena varietas kentang jenis itu termasuk kategori kentang transgenik.

Mission Director of USAID untuk Indonesia Jeff Cohen menuturkan, GBPP merupakan kolaborasi internasional antara USAID dengan Pemerintah Indonesia melalui ORPP-BRIN. Selanjutnya ada Michigan State University (MSU), dan Idaho University (IU) untuk meningkatkan produktivitas kentang jenis Brazil yang tahan penyakit. 

“Karakteristik kentang yang dihasilkan akan tahan hama dan ramah lingkungan, sehingga petani akan mendapatkan keuntungan, serta benih unggul untuk menghasilkan kentang bernutrisi. Program USAID ini tentunya sesuai dengan harapan Presiden Prabowo untuk mendukung keamanan pangan Indonesia,” ucap Jeff. 

“Melalui kemitraan dan inovasi kentang hasil rekayasa genetika ini, sebagai langkah berani menuju peningkatan produktivitas dan keberlanjutan di sektor pertanian,” ujar Kepala Pusat Riset Hortikultura BRIN Dwinita Wikan Utami.

Director of GBPP Dave Douches menjelaskan, MSU sangat senang dengan kemitraan yang telah berlangsung selama beberapa tahun dengan Indonesia. Dirinya merasa terhormat, bersama Peneliti BRIN dapat menghasilkan generasi pertama varietas kentang dengan sentuhan bioteknologi yang tahan penyakit. 

“Teknologi yang dapat menghasilkan kentang minim pestisida, ramah lingkungan, dan dapat menjamin keberlanjutan budidaya kentang di Indonesia,” tutupnya. 

Artikel Terbaru

Kandang Bersih Tanpa Bau Dukung Produksi Susu Kambing

Kandang modern menjadi kunci keberhasilan Rahmat Bintang Ramadhan dalam menjaga kualitas susu kambing perah di Prabhu Farm, Sleman, Daerah...

More Articles Like This