BRIN Kembangkan Tiga Teknologi untuk Kendalikan Wereng Batang Cokelat

Rekomendasi

TBS.id – Serangan wereng batang cokelat menjadi ancaman bagi petani padi karena hama tersebut dapat berkembang biak dengan cepat dan merusak tanaman dalam waktu singkat. Untuk mengatasinya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan tiga teknologi pengendalian wereng batang cokelat yang mengutamakan ketepatan sasaran dan keberlanjutan.

Riset tersebut bertujuan menghasilkan teknologi pengendalian hama yang dapat bekerja secara real time, akurat, dan presisi. Teknologi ini diharapkan membantu petani, penyuluh, serta pengamat organisme pengganggu tanaman (OPT) menentukan langkah pengendalian yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Wereng batang cokelat tidak hanya merusak tanaman padi, tetapi juga dapat menularkan virus yang menyebabkan tanaman menguning dan gagal berproduksi. Penggunaan insektisida yang tidak tepat, pola tanam yang tidak serempak, penanaman padi secara terus-menerus, serta berkurangnya musuh alami dapat memicu peningkatan populasi hama tersebut.

Periset BRIN menerapkan tiga pendekatan dalam penelitian pengendalian wereng batang cokelat. Pendekatan pertama ialah pemilihan varietas padi berdasarkan tingkat ketahanannya terhadap hama.

Dalam penelitian itu, periset menguji varietas Bionerik 63 yang memiliki ketahanan terhadap wereng batang cokelat. Mereka juga menggunakan varietas dengan ketahanan moderat, seperti Inpari 32 dan Inpari 42. Sementara itu, IR64 dan Ciherang menjadi varietas pembanding karena di sejumlah lokasi, termasuk Ciudan, kedua varietas tersebut dilaporkan telah banyak terserang wereng batang cokelat.

Pendekatan kedua berupa pengendalian menggunakan pestisida kimia dengan bahan aktif, dosis, dan jadwal aplikasi tertentu. Periset juga menguji metode pengendalian tanpa pestisida kimia melalui pemanfaatan agens hayati atau entomopatogen, seperti Beauveria bassiana dan Metarhizium, yang dapat menginfeksi serangga hama.

Adapun pendekatan ketiga ialah pengembangan program komputer bernama Yuk Kenali WBC. Program tersebut dapat dipasang di telepon seluler petani, penyuluh, dan pengamat OPT untuk membantu mengenali wereng batang cokelat.

Melalui program itu, pengguna diharapkan dapat memastikan apakah hama yang ditemukan di lahan merupakan wereng batang cokelat sehingga langkah pengendalian dapat ditentukan dengan lebih tepat.

Salah seorang petani yang terlibat dalam penelitian mengatakan, kerja sama dengan BRIN bermula dari serangan wereng batang cokelat yang terjadi di kelompok taninya.

Berdasarkan hasil pengamatan selama riset, varietas Bionerik 63 menunjukkan ketahanan terhadap wereng yang lebih baik dibandingkan varietas lain yang diuji.

Pengendalian wereng batang cokelat tidak sekadar membasmi hama. Petani juga perlu memantau perkembangan populasi, memahami ekosistem sawah, memilih varietas yang tepat, mengatur pola tanam, serta menentukan waktu pengendalian secara akurat.

Melalui kombinasi pemilihan varietas, pengendalian kimia dan hayati, serta pemanfaatan teknologi digital, riset BRIN diharapkan membantu petani mengendalikan serangan wereng batang cokelat secara lebih efektif. Upaya tersebut sekaligus mendukung perlindungan hasil panen dan ketahanan pangan.

Sumber: BRIN TV

Artikel Terbaru

Harga Beras dan Bawang Turun, Cabai Merah Tembus Rp102.400 per Kg

Harga sejumlah bahan pangan mengalami perubahan pada 13 Oktober 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS),...

More Articles Like This