Saturday, August 13, 2022

Bunga Ekor ‘Turun Gunung’

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Namun, di sebuah greenhouse berukuran 30 m x 9 m sebanyak 8 pot indukan Anthurium jenmanii kol super, king cobra, pagoda, mangkok, golden, dan black beauty hidup nyaman bersama ribuan pot anakan. Tanaman terlihat sehat dan subur. Tidak tampak tepi daun kekuningan karena terbakar matahari atau daun layu karena kekurangan air. Padahal, anthurium butuh habitat dengan iklim mikro sejuk dan lembap: suhu siang berkisar 27-28oC; malam, 22oC, dan kelembapan 70%.

Sebuah termometer sekaligus higrometer digital di salah satu rak menunjuk angka 23,8oC dan 99%. Itu rupanya suhu dan kelembapan di dalam rumah tanam itu waktu wartawan Trubus, Evy Syariefa, datang pada suatu siang yang hujan di awal Februari 2008.

Pengaturan

‘Di sini (di dalam greenhouse, red) iklim mikro memang direkayasa supaya coCok untuk pertumbuhan anthurium,’ papar Minaldi, pemilik nurseri Kitakami. Supaya kelembapan dan suhu sampai pada posisi yang dibutuhkan laceleave itu, greenhouse dilengkapi sistem pengabutan.

Di ketinggian 3 m, Trubus melihat 2 pipa sejajar menggantung searah dengan arah greenhouse timur ke barat. Pada setiap pipa terdapat 29 jetspray berjarak masing-masing 1 m. Mulut jetspray diatur berselang-seling mengarah ke kiri dan kanan pipa. Tujuannya supaya ruang yang terkena semburan kabut lebih luas dengan radius tiap semburan 1,5 m ke kiri dan kanan.

Kabut keluar dari mulut-mulut jetspray sesuai kebutuhan. Pada musim kemarau yang sangat panas-tanpa hujan atau mendung meski sehari-sistem pengabutan dioperasikan sejak pukul 08.00-15.00. Pengaturannya, 5 menit menyala, 1 menit mati. Pada situasi lain, misal hujan dan panas bergantian, pengaturan beda lagi.

‘Biasanya bila suhu mencapai 29oC di siang hari dan kelembapan di bawah 70%, sistem pengabutan mulai diaktifkan,’ kata Minaldi yang pernah membudidayakan mawar potong di Bandung. Dengan pengabutan selama 5 menit, lalu mati 1 menit, dalam 1 jam suhu turun ke angka 27oC dan kelembapan di atas 70%.

90% air

Menurut Ir Sugiono Budhiprawira, pemain sejak 1980-an di Bogor, perlakuan seperti di Rangkasbitung lumrah saja. ‘Anthurium di habitat asalnya memang hidup di daerah lembap yang sejuk dengan intensitas cahaya matahari rendah,’ ujarnya. Bunga ekor itu tumbuh di hutan-hutan tropis di Amerika Selatan yang lembap di bawah naungan pepohonan.

Di tanahair, daerah dataran tinggi jadi habitat yang nyaman buat kerabat aglaonema itu. Misal Karanganyar berketinggian di atas 1.000 m dpl dengan suhu siang 28oC; malam, 20oC, dan kelembapan sekitar 70%. Anthurium yang dirawat di kabupaten di kaki Gunung Lawu itu biasanya daunnya lebih tebal dan berwarna hijau segar.

Maka ketika laceleave dibawa ‘turun gunung’ kondisi iklim mikro harus disesuaikan. Pengabutan cara tepat untuk mengatur kelembapan pada anggota famili Araceae yang batangnya 90% terdiri dari air. ‘Tapi pengabutan untuk menjaga kelembapan ini berbeda dengan penyiraman,’ ujar Haryono, pemain tanaman hias di Denpasar, Bali, yang juga menggunakan sistem pengabutan pada anthurium. Pada sistem pengabutan, air keluar dalam bentuk seperti asap dengan tekanan tinggi-tidak lagi berbentuk tetesan air.

Pemberiannya pun dibatasi. ‘Kabut sekadar membuat daun lembap. Kalau sampai terbentuk butiran air di daun berarti berlebih,’ lanjut pemain bonsai kawakan itu. Butiran air bisa menetes memasuki pangkal daun. Bila bertahan di sana, lama-kelamaan menyebabkan busuk.

Sudut 45o

Untuk mempertahankan kelembapan, lantai greenhouse di Rangkasbitung ditutup dengan konblok. Konblok dipilih karena menyimpan kelembapan, tapi tidak membuat becek. Sugiono menyarankan kombinasi antara konblok dan batu bata. Konblok dipakai untuk menutup tanah di gang-gang antarrak, batu bata di bawah rak. ‘Kemampuan batu bata menyimpan kelembapan lebih baik,’ katanya. Alternatif lain, bagian bawah rak diberi kolam-kolam air.

Menurut Haryono habitat asal di hutan yang teduh membuat anthurium hanya menerima sinar matahari maksimal 40%. Di nurseri, intensitas cahaya matahari diatur dengan pemberian jaring penaung. Minaldi menggunakan shading net berkerapatan 60% yang dipasang ganda dengan jarak 30 cm. Jarak jaring penaung dengan lantai konblok 3 m. Dari hasil percobaan, pemasangan tunggal hasilnya tidak optimal.

Itu dibarengi pemasangan atap solartuf-bisa juga diganti dengan plastik UV 12-14%. Dengan pemasangan 2 lapis shading net ditambah solartuf cahaya yang masuk sekitar 30%. Pemasangan shading net berkerapatan 65-75% ditambah plastik UV 14% banyak dilakukan pekebun di Karanganyar.

Selain mengatur intensitas cahaya, jaring penaung membuat penyebaran cahaya lebih merata. Menurut Proborini Handaka, pemain di Temanggung, ciri intensitas cahaya cukup, posisi semua daun membentuk sudut 45o. Bila terlalu gelap, ‘Jenis dengan nuansa warna hitam atau golden menjadi lebih hijau,’ kata Sugiono. Di Rangkasbitung, 3 lampu merkuri dan neon dinyalakan ketika cuaca mendung dan hujan.

Jamin sirkulasi

‘Rekayasa’ iklim mikro itu dibarengi dengan kontruksi greenhouse berbentuk piggyback yang dibuat tinggi. Bagian sisi berketinggian 4 m, bagian tengah 5 m. Puncak atap yang berukuran 1/3 lebar greenhouse setinggi 6 m. Pemandangan seperti itu ada di salah satu nurseri anthurium di pinggiran Bangkok, Thailand. Pucuk greenhouse malah mencapai 8 m. Di dataran lebih tinggi greenhouse cukup 3 m.

Atap greenhouse dibuat tinggi supaya sirkulasi udara yang dibutuhkan anthurium terpenuhi. ‘Sirkulasi udara kurang baik, berisiko mendatangkan serangan virus penyebab bercak kuning di daun,’ ujar Sugiono. Bila angin jarang bertiup, sirkulasi udara didapat dengan cara memasang kipas angin pada satu dinding dan diarahkan ke sisi lain. Greenhouse yang terasa pengap, itu tanda angin kurang.

Di Rangkasbitung rangka greenhouse terbuat dari besi, sedangkan ‘dinding’ dari jalinan besi behel berukuran 10 cm x 10 cm. Dengan begitu angin leluasa keluar-masuk. Besi behel pun awet dan sekaligus menjadi pagar pengaman.

Pada kemarau, angin yang bertiup bersifat kering karena terpapar sinar matahari. Pertumbuhan anthurium biasanya terhambat. Proborini mengatasinya dengan membasahi bagian bawah rak secara terus-menerus untuk meningkatkan kelembapan. Sementara di Rangkasbitung, diatasi dengan mengatur jadwal pengabutan. Dengan pengabutan, mengatur masuknya intensitas cahaya matahari, dan angin anthurium pun ‘turun gunung’. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img